Mengenal Kota Rantauprapat
![]() |
| Tulisan Sejarah dan Kebudayaan |
Meneruskan
Jalan Sudirman akan terlihat stasiun Kereta Api disebelah kiri. Stasiun ini
merupakan ikon pertama kota ini karena sudah ada sejak era penjajahan, yang
merupakan stasiun terakhir dari Medan. Kereta Api di kota ini merupakan
transportasi utama Medan-Rantauprapat dan sebaliknya. Jadwal rutinnya tiga kali
sehari semalam ke Medan, yaitu pagi, sore dan malam. Selain untuk mengangkut
penumpang dan pengiriman barang rel Kereta Api juga dimanfaatkan untuk
mengankut CPO dalam tanki.
Pada waktu
tiba Kereta Api dari ketiga jadwal tersebut akan terlihat Beca Bermotor (Betor)
dan Bus antri untuk mendapatkan sewa. Betornya agak besar dan pada umumnya
bermesin Honda Win. Busnya ke berbagai jurusan misalnya Negeri Lama, Kampung
Pajak dan daerah lainnya. Disekitar stasiun juga banyak jasa angkutan taxi
liar. Biasanya kalau tidak mendapat tiket kereta Api akan banyak taxi ke Medan
menawarkan jasanya.Setelah
melewati stasiun akan mendapatkan kediaman Bupati dan Ketua DPRD yang juga
dikenal lingkungan Padang Matinggi. Kemudian sampai pada pangkal Jembatan
Sungai Bilah yang merupakan ikon kedua kota Rantauprapat. Dari Medan menuju
kota Rantauprapat kita harus melewati jembatan sungai Bilah. Konon ceritanya
sungai ini mempunyai peranan penting untuk perkembangan kota Rantauprapat era penjajahan
dan revolusi. Sungai ini juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi pada
masa itu. Sampai pangkal Jembatan dinamakan Jalan Jenderal Sudirman dan setelah
ujung jembatan dinamakan Jalan Jenderal Ahmad Yani.
![]() |
| Gambaran Simpang Enam dari Jl A Yani |
![]() |
| Bangunan Belanda di Jl A Yani menuju Simpang Empat |
Terus melalui
jalan Ahmad Yani menuju simpang Empat. Seperti nama simpang sebelumnya simpang
ini bercabang empat. Kekiri Jalan Martinus Lubis dan Kekanan Jalan Diponegoro.
Kira-kira 50 meter jalan Diponegoro dari simpang adalah Pajak Baru. Sekarang
Pajak ini sudah kosong karena Pemerintahan Tigor-Suhari memindahkannya ke Pajak
Gelugur. Diujung jalan ini terdapat simpang tiga, arah ke kiri Jalan
Sirandorung dan ke kanan Jalan Siringoringo. Nama jalan yang menurut saya Khas
Rantauprapat, karena nama jalan itu lain dari nama jalan di Rantauprapat pada
umumnya. Di ujung jalan Diponegoro juga terdapat panglong Bandar Losa. Konon
ceritanya ini adalah panglong tertua di Rantauprapat. Kedua jalan ini menuju
jalan baru. Didalam segitiga ketiga jalan ini terdapat Pajak Gelugur di Jalan
Gelugur.
Sampai tahun 2005 pusat perbelanjaan yang paling besar di Rantauprapat adalah Sinar Mega. Tepatnya didepan Gedung Nasional beberapa meter meneruskan Jalan Ahmad Yani. Sekarang sudah tutup seiring dengan berdirinya Suzuya tahun 2005. Galon pertama di Rantauprapat tepat disamping Gedung Nasional yang sekarang sudah tutup dan belukar. Galon berikutnya didepan Hotel Rantauprapat dan di Jalan Baru. Tidak jauh dari Simpang Empat ada Kedai Akur. Umunya kedai ini tempat nongkrong para wartawam dipagi hari. Kita akan mendapatkan informasi perkembangan pemerintahan dan politik Labuhanbatu di kedai ini. Sajian makanan di kedai ini terbatas, hanya roti bakar selai dan telur rebus setengah matang. Sajian minumannya khas wartawan, kopi susu, kopi, teh manis dan softdrink lainnya. Roti bakarnya dilapisi selai markisa yang kental, apabila minumannya kopi susu akan terasa berat dileher.
Sampai tahun 2005 pusat perbelanjaan yang paling besar di Rantauprapat adalah Sinar Mega. Tepatnya didepan Gedung Nasional beberapa meter meneruskan Jalan Ahmad Yani. Sekarang sudah tutup seiring dengan berdirinya Suzuya tahun 2005. Galon pertama di Rantauprapat tepat disamping Gedung Nasional yang sekarang sudah tutup dan belukar. Galon berikutnya didepan Hotel Rantauprapat dan di Jalan Baru. Tidak jauh dari Simpang Empat ada Kedai Akur. Umunya kedai ini tempat nongkrong para wartawam dipagi hari. Kita akan mendapatkan informasi perkembangan pemerintahan dan politik Labuhanbatu di kedai ini. Sajian makanan di kedai ini terbatas, hanya roti bakar selai dan telur rebus setengah matang. Sajian minumannya khas wartawan, kopi susu, kopi, teh manis dan softdrink lainnya. Roti bakarnya dilapisi selai markisa yang kental, apabila minumannya kopi susu akan terasa berat dileher.
![]() |
| Suzuya, Saat Ini Menjadi Pusat Perbelanjaan Terbesar di Rantauprapat |
Tidak jauh
dari Brastagi kita dapatkan simpang tiga ke Rumah Sakit Umum Labuhanbatu. Dan simpang
ini merupakan akhir dari Jalan Ahmad Yani. Mulai dari pangkal simpang ini akan
dinamakan Jalan SM Raja. Dijalan ini terdapat Hotel Nuansa Indah dan Hotel
Putri Deli dan Simpang Mangga. Simpang ini bercabang tiga, dinamakan simpang
mangga karena dulunya terdapat pohon mangga besar disimpang itu sebagai tempat
berteduh. Tidak jauh dari simpang ini ada sebuah galon yang sudah tutup karena
Meledak tahun 2011. Ledakan ini menewaskan salah seorang pegawainya dan melukai
beberapa yang lainnya. Tidak jauh dari galon ini sebelum jembatan Aek Tapa sedang
berlangsung pembangunan pasar swalayan Suzuya yang lebih besar nantinya. Dari jembatan
ini jalan lurus menuju lingkungan perkantoran pemerintahan. Dinamai jembatan
Aek Tapa karena sungai yang mengalir dibawahnya dinamakan Aek Tapa. Dinamakan Aek
Tapa karena dulu banyak terdapat ikan Tapa. Sejenis ikan yang bisa tumbuh
sangat besar. Mungkin diibartkan ikan yang ber-tapa.
![]() |
| Masjid Al Ikhlas di Lingkungan Asrama Haji Rantauprapat |
Disekitar
perkantoran ini terdapat berbagai kantor dinas urusan pemerintahan Kabupaten
Labuhanbatu. Mulai dari kantor DPRD, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama,
Asrama Haji, Kantor Departemen Agama dan lain sebagainya. Saat ini sedang
pembangunan pemugaran Kantor Bupati Labuhanbatu. Pemberangkatan dan pemulangan haji
setiap tahun merupakan jadwal rutin kegiatan pemerintahan mulai tahun 2004. Sekitar
lima ratus meter dari perkantoran itu akan ditemui simpang pertemuan dengan
jalan HM Said atau Jalan Baru. Simpang ini juga ujung dari Jl SM Raja. Tidak jauh
dari simpang ini setelah melewati Jembatan Aek Riung terdapat pabrik getah yang
lebih umum dikenal dengan Hok-Lie. Dari
simpang ini sampai ke Baliho Selamat Jalan kota Rantauprapat sekitar satu kilo
meter yang umum dikenal dengan lingkungan Sigambal. Jalan diantara ini sering
macet, karena selain jalannya sempit selasar jalan juha agak tinggi jaraknya
dengan lingkungan sekitar.
Rantauprapat Dimalam Hari
![]() |
| Suasana Jalan KH Ahmad Dahlan dimalam hari |
Selain
ketiga tempat diatas titik lainnya adalah lopa loma dipangkal jalan Gatsu dari
Simpang Enam dan Mie Aceh di lingkungan perisai. Dinamakan perisai karena
dulunya terdapat lapangan bola yang dinamai Perisai. Akan tetapi sekarang sudah
menjadi perumahan dan namanya tetap perumahan Perisai Indah. Titik lainnya
adalah jalan baru. Ini adalah keramaian yang bernada negatif. Ketika melewati wilayah
ini akan terdengar suara musik house dengan dentuman kuat. Disekitar ini
terdapat beberapa kafe liar. Salah satu yang paling dikenal adalah kafe
Gundaling. Tempat ini akan banyak dikunjungi oleh para lelaki berbagai
kalangan. Berbagai transaksi dunia malam terjadi disini.
Dimalam
hari juga akan banyak ditemui beberapa warnet yang buka sampai larut malam. Warnet
sangat menjamur dan tersebar disekitar jalan Gatsu, Urip Sumadiharjo dan
Siringo-ringo. Akan banyak kita temui para remaja bermain game online.
Makanan
Makanan
khas kota Rantauprapat adalah Ikan Baung Gulai Asam, Anyang Ayam, Ikan Mas
Holat. Ikan Baung Gulai Asam adalah ikan yang di gulai dengan banyak asam tanpa
santan. Anyang ayam adalah ayam yang dibakar setelah itu dicampur dengan santan
dan Ikan Mas Holat adalah ikan mas yang bakar, setelah itu dimasukkan kedalam
kuah yang dicampur dengan kikisan kayu Holat. Holat berarti kelat. Kayu ini
banyak tumbuh di daerah Gunungtua. Menurut cerita rasa kayunya memang kelat. Salah
satu rumah makan yang paling dikenal adalah Rumah Makan Afifah di Jalan SM
Raja.
Seperti
kota-kota lainnya, Rantauprapat juga banyak terdapat Rumah Makan cita rasa
Padang. Tersebar diberbagai titik jalan di Rantauprapat. Selain cita rasa
Padang, pada malam hari juga banyak yang menjual makanan cita rasa Jawa.
Berbagai kaki lima dimalam hari akan berubah menjadi tempat menjual makanan
cita rasa ini seperti kepiting saus tiram dan lain sebagainya. Selain cita rasa
diatas dikota ini juga tersedia cita rasa Aceh seperti Mie Aceh. Titiknya juga
tersebar disepanjang Jalan Sudirman-Ahmad Yani-SM Raja pada malam hari. Makan
cita rasa modern juga tersedia, seperti CFC di Suzuya dan ayam goreng Top
Cicken di Jalan Cut Nyak Dien. Dan belakangan sudah ada Pizza di Supermarket Brastagi.
Toko roti yang paling umum dikenal sekarang adalah Toko Roti France di Jalan
Ahmad Yani. Sebelum toko ini yang paling umum dikenal adalah Toko Roti Timur
Bakri.
Tempat Rekreasi
Tempat
rekreasi yang paling banyak dikunjungi adalah Aek Buru. Aek Buru merupakan
tempat wisata alam. Jaraknya sekitar dua puluh kilometer Barat Laut
Rantauprapat. Tempat wisatanya berupa air sungai mengalir yang dinaungi dengan
pohon rindang, sangat sejuk. Saat hari libur akan banyak kita jumpai para
remaja membawa makanan mentah untuk dibakar ditepi sungai ini. Disini kita akan
merasa dekat dengan alam.
Setelah
Aek Buru ada juga yang disebut dengan Terjun Baru. Ini tempat rekreasi berupa
air terjun di Kaki Bukit Barisan. Jaraknya sekitar sepuluh kilometer Barat Daya
Kota Rantauprapat. Ini juga merupakan tempat wisata alam berupa aliran sungai,
tetapi dengan tebing yang lebih tinggi. Disana kita akan merasa dekat dengan
bumi. Disekitar Terjun Baru juga terdapat tugu perjuangan Lobusona. Wilayah ini
diabadikan dengan nama kelurahan. Konon ceritanya disekitar tugu tersebut
merupakan pusat komando para pejuang masa revolusi untuk mempertahankan wilayah
Labuhanbatu dari agresi Belanda. Setiap peringatan hari kemerdekaan Napak Tilas
selalu melewati tugu ini.
Bahasa
Bahasa
yang umumnya dipakai Rantauprapat adalah Bahasa Indonesia. Tetapi tidak jarang
masyarakatnya menggunakan bahasa daerahnya (bahasa Panai, Mandailing, Angkola
dan Batak). Bahasa Hokkian (Cina) juga tidak jarang kita dengar diberbagai toko
di kota ini. Bahasa yang khas dan umum digunakan kedalam Bahasa Indoensia
adalah bongak yang berarti omong kosong. Satuku berarti sendirian.
Yang
Heppot berarti yang sibuk. Boloi berarti perbaiki. Yang
oto berarti yang yang bodoh. Ondak berarti mau, akan. Jang yang berarti Lah.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar