Rabu, 15 Januari 2014

Penyebab hardisk rusak

 Banyak user teledor dalam perawatan dan penggunaan, berawal dari ketidaktahuan dan berujung pada kerusakan fatal. Berikut ini saya akan sedikit membantu membangun pengetahuan (share) kepada Anda, apa saja penyebab harddisk rusak, sehingga resiko kerusakan bisa di minimalisir:
Harddisk Rusak masih menjadi problem klasik dan berkepanjangan. Anehnya, sering kali user menyalahkan vendor yang tidak pecus dalam memproduksi suatu barang. Pernyataan ini tidak bisa dibenarkan karena hampir 85% faktor kerusakan disebabkan oleh perlakuan user sendiri. Banyak user yang teledor dalam merawat dan menggunakan harddisk, berawal dari ketidaktahuan dan berujung pada kerusakan fatal.

Berikut ini beberapa penyebab hardisk cepat rus, sehingga resiko kerusakan bisa di minimalisir:
  1. Penggunakan komputer terlalu lama dan minimnya pendingin, sehingga harddisk menjadi panas dan komponen lemah dan mudah rusak
  2. Sering memutar musik dan video dari harddisk sehingga mengakibatkan head akan membaca track-track harddisk secara terus menerus. Logikanya, jika suatu barang sering beraktifitas maka kualitasnya akan menurun
  3. Ketika harddisk aktif bekerja akan sangat berbahaya bila terjadi goncangan atau getaran dapat mengakibatkan hardisk bad sector atau rusak karena terjadi gesekan pada komponen platter dan track. Oleh karena itu, sangat tidak dianjurkan melakukan aktifitas (laptop keadaan aktif) saat berada dalam ruang atau tempat tidak stabil karena akan mengganggu signal digital
  4. Kondisi tegangan listrik yang tidak normal dapat mengakibatkan kerusakan harddisk, bukan hanya listrik padam saja, melainkan stabilitas dari listrik juga sangat berpengaruh. Saat listrik tidak stabil, sangat tidak disarankan untuk memaksa laptop dan komputer tetap beraktifitas, atau bisa dengan alternatif menggunakan UPS untuk menghindari gangguan listrik. Jika listrik sudah padam, lepas kabel power atau adapter charge dari stecker kemudian pasang lagi, untuk netralisasi tegangan
  5. Harddisk yang tidak di rawat, dimana tidak dibuang file sampah, file tidak terusun rapi sehingga file saling menimpa, serta head hardisk membaca secara acak karena susunan file tidak tertata rapi, juga dapat mengakibatkan bad sector pada harddisk
  6. Gaming adalah sama dengan aktifitas merusak harddisk. Saat memainkan game, maka biasanya game akan menyediakan sebuah file sebagai data proses dari game, dan selama memainkan game tersebut, indikator (lampu) harddisk akan bekerja ektra keras, akibatnya hardisk menjadi cepat panas, dan panas adalah faktor utama penyebab kerusakan harddisk
  7. Bagi pengguna laptop, sangat tidak disarankan untuk membawa atau menjinjing laptop saat sedang hibernate, aktif atau standby karena dapat merusak harddisk. Posisi tersebut sebenarnya masih dalam keadaan aktif, jika terjadi gerakan atau goncangan maka akan mengganggu signal digital harddisk
  8. Mematikan secara paksa dan tidak sesuai prosedur juga dapat mengancam sekaligus mengurangi umur harddisk. Misalnya dengan menekan tombol power atau menggunakan aplikasi fast shutdown yang pada dasarnya tidak sesuai standart
  9. Sering melakukan instal dan uninstal software juga dapat mengurangi umur harddisk, termasuk instal ulang operating system. Jika tidak terlalu urgen, tidak perlu melakukan instal ulang
  10. Over defragment pada dasarnya sangat berbahaya untuk harddisk, disarankan untuk melakukan harddisk ketika harddisk mengalami penurunan performa atau paling tidak 2 bulan sekali.

TIPS MEMPERBAIKI FLASDISK YANG TIDAK BISA DI FORMAT

Cara Memperbaiki Flash Disk yang Tidak Bisa Diformat


tips-format-flashdisk
Bingung ketika tiba-tiba menancapkan flashdisk Anda ke komputer kemudian muncul tulisan “Do you want  to format it?”. Namun ketika diformat yang muncul justru tulisan “Windows can’t complete format….”? Jangan panik dan jangan buru-buru dibuang flashdisknya. Berikut ini saya akan menyampaikan salah satu cara untuk memformat flashdisk yang  tidak bisa diformat.
Langsung saja dipraktekkan, ya!
  1. Tancapkan flashdis ke komputer
  2. Ketika muncul tulisan “Do you want to format it?” klik “Yes”
  3. Ketika muncul dialog box lagi, klik “Start”.
  4. Saat proses format sedang berjalan, cabut flashdisk Anda
  5. Tancapkan kembali flasdisk ke komputer lalu ketika muncul tulisan “Do you want to format it”, klik “No”
  6. Buka Windows Explorer kemudian klik kanan pada flashdish Anda kemudian pilih “format” lalu klik “yes”
  7. Saat muncul dialog box beri tanda centang pada opsi “quick format” kemudian klik “start”
  8. Tunggu sesaat dan tadaaaaaa……flashdisk Anda telah terformat dan siap digunakan kembali.
Cara ini bisa dilanjutkan dengan proses recovery data jika data-data yang tersimpan cukup penting dan tidak ada backupnya di tempat lain. Cara sederhana ini telah saya praktekkan di Windows XP dan Windows 7 (32/64 bit), namun cara ini tidak membuat flashdisk menjadi normal kembali 100%. Menurut pengalaman saya flashdisk yang seperti ini hanya bisa digunakan untuk beberapa kali saja kemudian akan kembali mengalami kerusakan serupa. Nah, untuk berjaga-jaga sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pakai “LEM BIRU” alias lempar beli yang baru. :D
Sekian tips sederhana ini semoga bermanfaat.

Sabtu, 11 Januari 2014

Pikiranmu Jadi Sumber Penyakit dan Kesembuhan

Selama ini kita masih sulit memahami bagaimana mekanisme pikiran positif dapat mempengaruhi kesuksesan, kesehatan, dan kebahagiaan kita. Lima abad lalu bahkan baru 5 dekade yang lalu, manusia  percaya bahwa kesakitan atau kesembuhan murni datang dari Sang  Pencipta sebagai cobaan. Sebelum dunia kesehatan dan medis menemukan fatogen-fatogen eksternal dan internal, bibit penyakit seperti Malaria, Kolera, Tifus dianggap sebagai kiriman setan atau cobaan dari Tuhan. Begitu juga, masyarakat kita saat inipun sempat mengabaikan aspek unsur kimiawi yang terrkandung dalam batu Ponari  yang dapat menyembuhkan + fakor sugesti/pikiran positif dan langsung menjudge bahwa itu syirik (ada setan) atau sebaliknya itu mukzizat dari Allah/Tuhan yang diperantarakan.
Jika boleh saya menilai, maka pola sikap dan pemikiran “short-cut” (asal bunyi tanpa observasi, data dan pengujian) seperti itu tidak jauh berbeda dengan pola pemikiran kita 5 abad yang lalu, hanya saja saat ini masyarakat telah memiliki knowledge yang lebih mengenai patologi. Namun, pemikiran yang sengaja kita batasi untuk mengeksplor lebih mendalam fenomena-fenomena alam sebagai source of knowledge tampaknya menjadi penghalang terbesar kemajuan pendidikan teknologi bangsa kita. Ini berimplikasi tumbuhnya kultur bangsa yang hanya lebih cenderung menjadi bangsa pengguna (customer-consumer) produk luar, bukan producer atau inventor.
DNA dan Kehidupan

Pertanyaan sekarang adalah apakah kita percaya bahwa penyakit, kesehatan ataupun penyembuhan bergantung  pada faktor-faktor lain seperti pikiran dan mental kita? Benarkah sebagian besar penyakit muncul dari pikiran negatif kita? Sebelum kita mempercayai sesuatu (dalam konteks ini), alangkah lebih baiknya kita melakukan investigasi dan penelusuran mendetil.
Seperti tulisan saya sebelumnya mengenai Analisis Faktor Penyembuhan Air Ponari, saya mengemukakan bahwa kemungkinan faktor penyembuhan ala Ponari adalah faktor mental, sugesti, dan probability unsur kimia yang terkandungnya.  Selain itu, saya juga melampirkan salah satu hasil penelitian mengenai dampak sugesti pada penyembuhan di Barat. Dan juga fenomena-fenomena seperti mengapa kita merasa mulai sembuh tatkala  baru menemui sang dokter.
Dan pada kesempatan ini, saya akan mengutip hasil penelitian Kazuo Murakami, Ph.D (Profesor Genetika) dalam bukunya, “The Divine Message of DNA“, yang membuka tabir tersembunyi di dalam DNA, “prosesor”-nya sel-sel tubuh kita.  DNA (DeoxyriboNucleic Acid) atau asam deoksiribonukleat merupakan asam nukleat yang berisi kode genetik yang berfungsi sebagai blue print (cetak biru) segala aktivitas kita terutama sel kita. Dengan informasi DNA, maka sel dan jaringan di kepala akan menumbuhkan rambut yang terus tumbuh, sedangkan bulu di alis akan tumbuh dengan panjang tertentu (hm..coba kalo bulu alis atau mata tumbuh terus), begitu juga sel jari, telinga, mata dan seterusnya. DNA menjadi fondasi pertumbuhan sel, menyusun dengan tepat protein dan molekul RNA, lalu membentuk jaringan, organ hingga tubuh kita. Dalam hal ini, DNA sangat mempengaruhi aspek fisik kehidupan kita. Sedangkan aspek fisik (lingkungan) turut mempengaruhi mental kita, begitu juga sebaliknya.
Pengaruh Pikiran Pada Kesehatan dan Penyakit Secara Ilmu DNA
Dalam buku “The Divine Message of DNA” (DM-DNA) yang telah diterbitkan Mizan dengan judul “Tuhan dalam Gen Kita“, dikatakan bahwa kode-kode genetik DNA memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam). Tiap orang memiliki DNA yang mengandung semua bakat sekaligus perintang (bukan bakat) yang terprogram dalam 70 triliun kombinasi kode gen.  Artinya kode gen bakat piano dan anti-nya telah terprogram dalam gen kita. Hanya saja, apakah gen bakat kita cenderung atau sebaliknya antinya yang aktif (mirip mekanisme on-off pada sistem digital 0-1 atau biner). Begitu juga, gen kanker beserta antinya, gen tumor beserta antinya, gen cerdas beserta antinya, akan aktif atau tidak sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan [aspek lingkungan : makanan, lingkungan, suara, dst] dan pikiran. Begitu juga hipotesa graviton pasti memiliki antinya yakni anti-graviton.
Idealnya adalah kode gen positif yang aktif, sedangkan gen yang berbahaya dinonaktifkan. Dan berpikir positif merupakan kunci penting dalam mengaktifkan kode tersebut. Jika kita mengerti tentang sistem mikroprosesor atau mikrokontroller, maka kita akan mudah mengerti gen aktif sebagai high state (misalnya 5 volt DC) dan gen non-aktif sebagai low state (misalnya 0 volt DC). Dalam hal ini, berpikir positif merupakan “tombol” untuk mengaktifkan gen-gen positif dan memadamkan kode gen negatif, dan sebaliknya berpikir negatif menjadi “tombol” untuk mengaktifkan gen negatif dan memadamkan gen positif. Berbagai kasus dan penelitian diungkapkan secara rinci di buku Kazuo Murakami, Ph.D tersebut.
Konsep pikiran positif dan negatif telah menjadi frasa yang sangat familiar di telinga kita yakni “berpikirlah positif“, atau “ambil sisi positif“. Berpikir positif hendakya disertai rasionalitas terlebih dalam mengambil suatu keputusan. Disis lain, sejak kecil sebagian dari kita  lebih banyak mendapat porsi informasi negatif daripada positif. Kita cenderung mudah mengingat hal-hal negatif ketimbang hal positif yang kita alami atau peroleh. Terlebih dalam kondisi buruk, kita akan sulit untuk berpikir positif.
Pikiran Positif dan Negatif dari Aspek Entropi
Kazuo Murakami berusaha menjelaskan perbedaan pikiran positif dan negatif dari aspek entropi. Ent
Gambar Struktur DNA
Gambar Struktur DNA
ropi merupakan istilah dalam dunia fisika maupun kimia yang menjelaskan fenomena ketidakteraturan alam semesta yang dipelajari dalam Second Thermodynamic Law (Hk. Termodinamika II). Hal ini dapat dijelaskan sederhana dalam fenomena dimana setetes tinta akan menyebar luas dalam sebuah baskom berisi penuh air. Dan mengapa tinta tidak berkumpul saja dalam satut titik atau tidak menyebar?
Fenomena penyebaran setetes tinta merupakan hukum alam yang alami yakni entropi. Hanya saja, apakah penyebaran secara cepat atau lebih lambat tergantung pada faktor-faktor luar seperti suhu/pemanasan, konsentrasi, atau pengadukan. Jika airnya cukup dingin (agak membeku) dan kita tidak mengaduknya, maka tinta tersebut tidak akan menyebar cepat. Hal ini serupa dengan kejadian sehari-hari kita. Ketika kita menghadapi masalah atau sakit, apakah batin kita bertambah tergoncang atau sebaliknya. Semakin batin dan pikiran kita tergoncang, maka penderitaan atau penyakit kita akan semakin parah. Sedangkan jika batin dan pikiran kita tenang dan berpikir positif, maka penderitaan atau penyakit kita akan berkurang bahkan dengan bantuan obat + do’a, penyakit dapat kita sembuhkan. Hal ini mirip dengan mengangkat tetesan tinta di atas es, bukanlah air yang mendidih. Sehingga pada fenomena Ponari, terlepas dari kandungan kimiawi pada batu tersebut, kita akan mudah mengerti bahwa penyembuhan pasien sangat ditentukan oleh faktor mental atau sugesti sang pasien.
Penyebaran setetes tinta ini merupakan fenomena penguraian atau dalam materi atau zat lain mengalami ketidakteraturan atau pembusukan. Inilah disebut sebagai entropi.  Tinta akan mudah bercampur dengan air (bahkan tanpa energi luar), sedangkan untuk memisahkan tinta dari air dibutuhkan energi ekstra.  Fenomena tinta juga berlaku untuk semua jenis materi, termasuk materi penyusun tubuh kita (DNA).
Sejak kita dilahirkan, tubuh kita sedang mengalami perubahan, dan secara bertahap tubuh kita akan tumbuh dan kemudian menuju ambang kematian atau kehancuran. Satu-satunya alasan ilmiah mengenai hal ini adalah keberadaan gen kita yang cenderung bergerak menuju penguraian atau kehancuran. Ini adalah fenomena alami, sangat alami (hukum alam atau Tuhan). Dalam kata lain, tubuh kita terlahir dengan dilengkapi oleh sebuah program untuk mematikan sel.
Jika gen tiba-tiba bekerja dengan kemampuan penuh, hasilnya adalah kematian mendadak karena gen-gen itu akan rusak. Namun, biasanya gen kita bekerja untuk menjaga agar kita tetap hidup dan mencegah peningkatan entropi. Dengan kata lain, hidup dapat dilihat sebagai  menjalani proses yang secara alami bergerak menuju kematian dan penguraian serta mengarahkannya pada keteraturan ….. (DM-DNA : Kazuo Murakami Chapter 2)
Ini berarti bahwa tubuh juga memiliki kecenderungan untuk mempertahankan nilai entropi yang stabil, atau memperlambat proses meningkatnya entropi. Kemampuan tubuh untuk memperlambat peningkatan entropi (gen-gen) sangat ditentukan oleh faktor mental kita. Gen-gen dan enzim-enzim yang diproduksi sesuai perintah masing-masing memiliki peran penting untuk mengurangi entropi. Tapi perlu diingat bahwa kecenderungan tubuh adalah menyembuhkan secara bertahap, bukan perubahan mendadak.
Jika kita menerapkan prinsip entropi pada konsep pikiran positif dan negati, wajarlah untuk menganggap bahwa pikiran positif menyebabkan pengurangan entropi, sementara berpikir negatif menyebabkan peningkatan entropi. Anda akan melihat mengapa hal ini terjadi dalam penelitian diabetes – tertawa yang akan dijelaskan berikutnya  ….. (DM-DNA : Kazuo Murakami Chapter 2)
Kazuo Murakami, Ph.D melakukan penelitian mengenai efek pikiran positif/gembira yakni tertawa dengan pikiran negatif (tegang, jemu, bosan) pada penderita diabetes. Penelitian tersebut mendapatkan hasil spektakuler yakni tawa (rasa senang) memiliki efek menguntungkan bagi tingkat glukosa darah. Mereka menemukan bahwa 23 gen teraktivitasi berkat pasien tertawa. Dan salah satu gen yang berhasil Tim Kazuo Murakami identifikasikan ketika seseorang tertawa (pikiran positif) adalah gen reseptor D4 dopamin (DRD4), yang terkait dengan penghambatan kerja enzim adenyil cyciase, yang memegang peranan penting dalam peningkatan glukosa darah. Sedangkan hal ini  (pengaktifan gen-gen positif) tidak terjadi pada pasien yang kondisinya tegang, jemu, bosan.
Efek Pikiran Positif dan Pikiran Negatif
Dari penelitian-penelitian efek pikiran positif terhadap gen yang menjadi sumber utama pertumbuhan dan fungsi sel, maka dapat ditarik satu pengetahuan baru yakni emosi positif dapat memicu tombol genetik. Jika tubuh dapat direpresentasikan sebagai sistem yang terdiri dari mental/batin/pikiran dan tubuh/fisik/DNA, maka antara tubuh dan batin akan memiliki hubungan saling terkait (dependence relationship). Untuk manusia secara umum, maka ketika mentalnya bermasalah (stress, tegang, takut), maka fisiknya pun akan terganggu. Fisiknya akan mudah terserang penyakit dan bibit penyakit. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang mengalami penderitaan fisik, maka hal tersebut dapat mempengaruhi batin atau mentalnya.
Tentu kadar kesalingterkaitan antara batin dan fisik sangat tergantung pada kematangan mentalnya. Yakni dalam hal ini berhubungan dengan pengalaman (kedewasaan), iman (keyakinan), kebiasaan atau latihan (training dan motivasi). Sehingga, cara termurah dan efektif dalam menguatkan mental adalah do’a yang semua agama mengajarkannya. Dari do’a, shalat, zikir, meditasi atau sejeninya, maka bagi seseorang yang memiliki pemahaman yang baik terhadap ajaran agama, akan lebih mudah menghadapi tantangan lingkungan (faktor lingkungan, masyarakat, bahkan tubuh bagi mental, dan pikiran bagi tubuh). [Catatan : tubuh dapat menjadi lingkungan bagi sistem mental/pikiran, begitu juga sebaliknya unsur mental/pikiran dapat menjadi sumber eksternal (lingkungan) bagi DNA/tubuh kita).
Dengan pemahaman ini, seyogyanya seorang yang memiliki kedalaman praktik dan pemahaman suatu agama akan memiliki keadaan mental yang stabil dan selalu memancarkan emosi positif dari hati dan pikirannya. Batinnya tidak akan mudah goyah ketika pujian atau celaan menimpa dirinya. Dikala mendapat keuntungan dan rezeki, batinnya akan stabil dan tetap memancarkan emosi positif yakni grateful (bersyukur), humble (rendah hati) dan generous (bermurah hati). Begitu juga, ketika giliran ketidakberuntungan menimpanya, grateful, humble dan generous tetap terpatri dalam mentalnya.  Sehingga secara kasat mata, maka seseorang yang bergebu-gebu dan lantang menghujat dan memaki orang lain karena berbeda pendapat atau berbeda keyakinan, akan menjadi objek pertanyaan besar yakni “benarkah ia telah menjalankan agamanya dengan baik dan benar?”
Sehat atau Sakit datang dari Pikiranmu
Ini merupakan bagian akhir dari tulisan saya. Jika kita telusuri secara mendalam, maka penyakit atau kesembuhan (sehat) sangat tergantung pada pikiran atau sikap mental kita. Sugeti merupakan cara efektif untuk mengaktifkan gen positif dan memadamkan gen negatif. Sugesti dapat muncul dari keyakinan kuat atas do’a, keyakinan kuat pada benda/materi (obat, jimat, batu, dsb), dorongan keluarga dan sahabat (misalnya : menjenguk rekan sakit), dan masih banyak lagi. Inilah mengapa orang dengan beragam agama dan kepercayaan bahkan bagi mereka yang tidak percaya sama Tuhan sama sekalipun, dapat mengalami penyembuhan asalkan mereka percaya atau memiliki sugesti akan penyembuhan yang disertai “perantara”. Perantara dapat berupa obat tradisional, jamu, obat kimia, urut/pijak, terapi infra merah, air putih dan sejenisnya.
Jadi, kekuatan berpikir positif memiliki pengaruh yang sangat besar pada tiap orang. Hal ini terlihat jelas ketika seseorang jatuh sakit. Jika seseorang dokter memberitahu pasiennya bahwa ia (pasien yang bermental kurang stabil) menderita kanker, hal ini akan membuat pasien mengalami depresi yang berujung pada memburuknya kondisi kesehatan. Sehingga hal ini pun diterapkan oleh dokter-dokter untuk tidak memberitahu secara langsung kepada pasien yang mengalami penyakit kronis yang sulit disembuhkan seperti kanker.
Dalam sisi lain, seorang akan mulai mengalami penyembuhan yang sangat progresif tatkala mendapat dorongan dan motivasi dari keluarga, sahabat dan dokter yang merawat. Bahkan tidak sedikit orang mendapat “keajaiban” penyembuhan dengan latar suku, ras, agama yang berbeda-beda. Dalam penelitian genetika ini, maka proses ini disebut sebagai penyembuhan diri sendiri. Konsep penyembuhan diri sendiri telah muncul sejak zaman dahulu kala, bahkan hewan-hewan dihutan pun melakukan hal yang sama ketika mereka (hewan) jatuh sakit. Hal ini dapat dijelaskan karena tubuh (DNA) memiliki kode genetik untuk melakukan penyembuhan sendiri. Hanya saja, apakah pikiran/mental kita mengizinkan tubuh kita untuk melakukan penyembuhan sendiri? Apakah pikiran/mental/kebiasaan hidup mengizinkan perubahan dalam cara makan (jenis makanan, sayur, buah, alami atau buatan), atau kebiasaan (rokok, alkohol, zat aditif dan adiktif)?
Jika batin/mental mengizinkan (berusaha) berpikir positif dan penyembuhan serta sehat, maka kebahagiaan, kesembuhan, dan hidup sehat akan menjadi milik kita. Karena pada hakekatnya, dalam setiap gen kita memiliki potensi untuk menimbulkan penyakit, dan pada saat yang sama, juga gen dapat mencegah penyakit.
Hanya saja, kita mau milih yang mana, untuk hidup dengan pemikiran positif atau negatif. Apakah kita mengingankan hidup sehat atau berpenyakit, tergantung pada mental Anda. So, jangan lupa untuk terus memancarkan pikiran positif ke setiap elemen kehidupan.
Jadi, apakah Anda percaya bahwa sakit atau sehat sangat bergantung dari pikiran Anda? Jika percaya, kembangkan pikiran positif yang tentunya disertai rasionalitas. Agar sehat dan cerdas.
Terima kasih, Semoga Bermanfaat.

Pemograman citra di vb 2008

Pada artikel kali saya akan membuat program pengolahan citra . Adapun  program yang akan dirancang yaitu menggunakan Visual Basic.Net 2008.

 Untuk memulai mengolah gambar atau disebut dengan citra, lakukan langkah dibawah ini:
1. Jalankan Aplikasi Visual Basic.Net 2008
2. Setelah Buat Nama program yang akan dibuat.  
3. Klik OK
4. Silahkan design form program vb untuk mengolah citra seperti bentuk di bawah ini.


















berikut ini adalah program listingnya;

Public Class Form1
    Dim gambar2 As Bitmap

    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        PictureBox2.Image = PictureBox1.Image
    End Sub

    Private Sub Button4_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button4.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim rt, vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox1.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = gambar2.GetPixel(pc, pb).R
                vh = gambar2.GetPixel(pc, pb).G
                vb = gambar2.GetPixel(pc, pb).B
                rt = (vm + vh + vb) / 3
                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(rt, rt, rt))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()
        Next
    End Sub

    Private Sub HIJAU_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles HIJAU.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox2.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = gambar2.GetPixel(pc, pb).R
                vh = gambar2.GetPixel(pc, pb).G - 10
                vb = gambar2.GetPixel(pc, pb).B
                If vh <= 0 Then vh = 0
                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()


        Next
    End Sub

    Private Sub Button5_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button5.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox2.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = gambar2.GetPixel(pc, pb).R
                vh = gambar2.GetPixel(pc, pb).G + 10
                vb = gambar2.GetPixel(pc, pb).B
                If vh >= 255 Then vh = 255
                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()
        Next
    End Sub

    Private Sub Button3_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button3.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox2.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = gambar2.GetPixel(pc, pb).R - 10
                vh = gambar2.GetPixel(pc, pb).G
                vb = gambar2.GetPixel(pc, pb).B
                If vm <= 0 Then vm = 0
                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()
        Next

    End Sub

    Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox2.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = gambar2.GetPixel(pc, pb).R + 10
                vh = gambar2.GetPixel(pc, pb).G
                vb = gambar2.GetPixel(pc, pb).B
                If vm >= 255 Then vm = 255
                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()
        Next
    End Sub

    Private Sub Button6_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button6.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim rt, vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox1.Image)
        Dim gambar3 As Bitmap = New Bitmap(PictureBox1.Image)
        For fb = gambar2.Height - 1 To 0 Step -1
            For pc = gambar2.Width - 1 To 0 Step -1
                vm = gambar2.GetPixel(pc, pb).R
                vh = gambar2.GetPixel(pc, pb).G
                vb = gambar2.GetPixel(pc, pb).B
                gambar3.SetPixel(gambar2.Width - 1 - pc, gambar2.Height - 1 - pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar3
            PictureBox2.Refresh()
        Next
    End Sub

    Private Sub Button7_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button7.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox2.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = gambar2.GetPixel(pc, pb).R + 5
                vh = gambar2.GetPixel(pc, pb).G + 5
                vb = gambar2.GetPixel(pc, pb).B + 5
                If vm >= 255 Then vm = 255
                If vb >= 255 Then vb = 255
                If vh >= 255 Then vh = 255
                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()
        Next
    End Sub

    Private Sub Button8_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button8.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox2.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = gambar2.GetPixel(pc, pb).R - 5
                vh = gambar2.GetPixel(pc, pb).G - 5
                vb = gambar2.GetPixel(pc, pb).B - 5
                If vm <= 0 Then vm = 0
                If vb <= 0 Then vb = 0
                If vh <= 0 Then vh = 0
                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()
        Next
    End Sub

    Private Sub Button9_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button9.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox2.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = 255 - gambar2.GetPixel(pc, pb).R
                vh = 255 - gambar2.GetPixel(pc, pb).G
                vb = 255 - gambar2.GetPixel(pc, pb).B
                If vm <= 0 Then vm = 0
                If vb <= 0 Then vb = 0
                If vh <= 0 Then vh = 0

                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()
        Next
    End Sub

    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        Dim vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox2.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = 255 - gambar2.GetPixel(pc, pb).R
                vh = 255 - gambar2.GetPixel(pc, pb).G
                vb = 255 - gambar2.GetPixel(pc, pb).B
                If vm >= 255 Then vm = 0
                If vb >= 255 Then vb = 0
                If vh >= 255 Then vh = 0

                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()
        Next
    End Sub

    Private Sub Button10_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button10.Click
        Dim pb, pc As Integer
        Dim vm, vh, vb As Double
        gambar2 = New Bitmap(PictureBox2.Image)
        For pb = 0 To gambar2.Height - 1
            For pc = 0 To gambar2.Width - 1
                vm = gambar2.GetPixel(pc, pb).R
                vh = gambar2.GetPixel(pc, pb).G
                vb = gambar2.GetPixel(pc, pb).B + 10
                If vb >= 255 Then vb = 255
                gambar2.SetPixel(pc, pb, Color.FromArgb(vm, vh, vb))
            Next
            PictureBox2.Image = gambar2
            PictureBox2.Refresh()
        Next
    End Sub
End Class


setelah program listingnya di buat, silahkan jalankan programnya atau tekan F5
maka hasilnya seperti ini;


















Setelah program dijalankan kita bisa merubah warnanya sesuai keinginan kita.

Silahkan mencoba

Minggu, 08 Desember 2013

QUIZ ONLINE













Public Class Form1


    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        tabel()

        KODE_PELANGGAN.Items.Add("MED")
        KODE_PELANGGAN.Items.Add("BEL")
        KODE_PELANGGAN.Items.Add("TEM")
        KODE_PELANGGAN.Items.Add("MAR")
        KODE_PELANGGAN.Items.Add("BIN")
        KODE_PELANGGAN.Items.Add("PAK")

        TIPE_PELANGGAN.Items.Add("TOK")
        TIPE_PELANGGAN.Items.Add("RUM")
        TIPE_PELANGGAN.Items.Add("SWA")
        TIPE_PELANGGAN.Items.Add("PAB")

    End Sub

    Private Sub KODE_PELANGGAN_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KODE_PELANGGAN.SelectedIndexChanged
        Select Case KODE_PELANGGAN.Text
            Case ("MED")
                DAERAH.Text = "MEDAN"
                PAJAK.Text = 0.015
            Case ("BEL")
                DAERAH.Text = "BELAWAN"
                PAJAK.Text = 0.015
            Case ("TEM")
                DAERAH.Text = "AKSARA"
                PAJAK.Text = 0.015
            Case ("MAR")
                DAERAH.Text = "MARENDAL"
                PAJAK.Text = 0.015
            Case ("BIN")
                DAERAH.Text = "BINJAI"
                PAJAK.Text = 0.015
            Case ("PAK")
                DAERAH.Text = "LUBUK PAKAM"
                PAJAK.Text = 0.015
        End Select
    End Sub
    Private Sub TIPE_PELANGGAN_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles TIPE_PELANGGAN.SelectedIndexChanged

        Select Case TIPE_PELANGGAN.Text
            Case ("TOK")
                TIPE_TOKO.Text = "TOKO"
                BIAYA_BEBAN.Text = 150000
                HARGA_PER_KWH.Text = 500
            Case ("RUM")
                TIPE_TOKO.Text = "RUMAH"
                BIAYA_BEBAN.Text = 50000
                HARGA_PER_KWH.Text = 200
            Case ("SWA")
                TIPE_TOKO.Text = "SWALAYAN"
                BIAYA_BEBAN.Text = 400000
                HARGA_PER_KWH.Text = 1500
            Case ("PAB")
                TIPE_TOKO.Text = "PABRIK"
                BIAYA_BEBAN.Text = 1000000
                HARGA_PER_KWH.Text = 10000
        End Select

    End Sub
    Sub tabel()
        LV.Columns.Add("KODE PELANGGAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("DAERAH", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("TIPE PELANGGAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("TIPE TOKO", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("BIAYA BEBAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("METERAN BULAN LALU", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("METERAN BULAN SEKARANG", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("HARGA PER KWH", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("BESAR PEMAKAIAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("PAJAK", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("TAGIHAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("TOTAL BAYAR", 80, HorizontalAlignment.Left)
        LV.View = View.Details
        LV.GridLines = True
        LV.FullRowSelect = True
    End Sub
    Sub ISITABEL()
        Dim x As New ListViewItem
        With x
            .Text = KODE_PELANGGAN.Text
            .SubItems.Add(DAERAH.Text)
            .SubItems.Add(TIPE_PELANGGAN.Text)
            .SubItems.Add(TIPE_TOKO.Text)
            .SubItems.Add(BIAYA_BEBAN.Text)
            .SubItems.Add(METERAN_BULAN_LALU.Text)
            .SubItems.Add(METERAN_SEKARANG.Text)
            .SubItems.Add(HARGA_PER_KWH.Text)
            .SubItems.Add(BESAR_PEMAKAIAN.Text)
            .SubItems.Add(PAJAK.Text)
            .SubItems.Add(TAGIHAN.Text)
            .SubItems.Add(TOTAL_BAYAR.Text)
            LV.Items.Add(x)
        End With
    End Sub

    Private Sub TOTAL_BAYAR_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TOTAL_BAYAR.KeyPress
        If Asc(e.KeyChar) = 13 Then
            TOTAL_BAYAR.Text = Val(BIAYA_BEBAN.Text) + Val(HARGA_PER_KWH.Text) + Val(BESAR_PEMAKAIAN.Text)
        End If
    End Sub
    Private Sub PROSES_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles PROSES.Click
        BESAR_PEMAKAIAN.Text = METERAN_BULAN_LALU.Text - METERAN_SEKARANG.Text
        TAGIHAN.Text = BIAYA_BEBAN.Text + (HARGA_PER_KWH.Text * BESAR_PEMAKAIAN.Text)
        TOTAL_BAYAR.Text = TAGIHAN.Text * PAJAK.Text
    End Sub
    Private Sub SIMPAN_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles SIMPAN.Click
        ISITABEL()
        BERSIH()
    End Sub
    Sub BERSIH()
        KODE_PELANGGAN.Text = ""
        TIPE_PELANGGAN.Text = ""
        TIPE_TOKO.Text = ""
        PAJAK.Text = "'"
        METERAN_SEKARANG.Text = ""
        METERAN_BULAN_LALU.Text = ""
        TOTAL_BAYAR.Text = ""
        DAERAH.Text = ""
        HARGA_PER_KWH.Text = ""
        BIAYA_BEBAN.Text = ""
        TAGIHAN.Text = ""
        BESAR_PEMAKAIAN.Text = ""
    End Sub

    Private Sub HAPUS_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles HAPUS.Click
        BERSIH()
    End Sub

  Private Sub HAPUS_LIST_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles HAPUS_LIST.Click
        LV.Items.Remove(LV.SelectedItems(0))
    End Sub
End Class

Sabtu, 07 Desember 2013

Mari kita belajar pemograman mesran[dot]net




saya adalah salah satu mahasiswi di Stmik.Budidarma, sesuai dengan jurusan perkuliahan yang saya ambil,saya banyak mempelajari tentang ilmu pemrograman diantaranya: vb.net,c++,Turbo Pascal Dan masih banyak lagi yang lainya.
dalam hal mempelajari ilmu pemrograman saya tidak bisa belajar hanya dalam waktu perkuliahan saja,saya mencoba mempelajari semua itu di rumah,dan saya sangat beruntung karna menemukan sebuah website yaitu Mesran.net yang mana didalamnya banyak terdapat apa yang saya cari mulai dari informasi terkini,ilmu pemrograman,sampai saya juga bisa dengan mudah men-download software-software yang saya butuhkan.
tidak hanya itu Mesran.net juaga banyak menginformasikan tentang workshop-workshop pemrograman buat mahasiswa yang baru pemula seperti saya.Jadi buat teman-teman yang lagi bingung atau bosan buka situs yang itu-itu aja mendingan langsung aja kunjuning website mesran.net.
saya yakin selain menambah ilmu, disana juga anda akan menemukan wawasan yang lebih luas lagi tentang ilmu-ilmu pemrograman khususnya....
sekian dulu ya ulasan saya tentang mesran.net semoga bermanfaat bagi kalian semua yang ingin menambah ilmu pemrogramannya.:-)

Jumat, 06 Desember 2013

Mengenal Kota RantauPrapat

Mengenal Kota Rantauprapat

Tulisan Sejarah dan Kebudayaan
Cerita dimulai dari Balaiho Selamat Datang kota Rantauprapat di Janji. Ketika berada tepat di Baliho Selamat Datang ini akan terlihat kalau kota Rantauprapat berada tepat di Kaki Bukit Barisan. Beberapa meter menuruni Jalan Sudirman akan terlihat Gedung Olahraga disebelah kiri. Beberapa meter beikutnya melewati jalan Sudirman akan terlihat Simpang Jalan HM Said (Jalan Lingkar Rantauprapat). Tetapi lebih umum dikenal sebagai Jalan Baru di kalangan warga Rantauprapat. Beberapa meter berikutnya adalah Markas Kalacakti sebelah kanan. Setelah melewati markas tersebut merupakan suatu lingkungan yang lebih umum dikenal dengan Gang Sado. Dinamakan Gang Sado karena dahulu di gang tersebut banyak sado nongkrong menunggu sewanya.

Meneruskan Jalan Sudirman akan terlihat stasiun Kereta Api disebelah kiri. Stasiun ini merupakan ikon pertama kota ini karena sudah ada sejak era penjajahan, yang merupakan stasiun terakhir dari Medan. Kereta Api di kota ini merupakan transportasi utama Medan-Rantauprapat dan sebaliknya. Jadwal rutinnya tiga kali sehari semalam ke Medan, yaitu pagi, sore dan malam. Selain untuk mengangkut penumpang dan pengiriman barang rel Kereta Api juga dimanfaatkan untuk mengankut CPO dalam tanki.

Pada waktu tiba Kereta Api dari ketiga jadwal tersebut akan terlihat Beca Bermotor (Betor) dan Bus antri untuk mendapatkan sewa. Betornya agak besar dan pada umumnya bermesin Honda Win. Busnya ke berbagai jurusan misalnya Negeri Lama, Kampung Pajak dan daerah lainnya. Disekitar stasiun juga banyak jasa angkutan taxi liar. Biasanya kalau tidak mendapat tiket kereta Api akan banyak taxi ke Medan menawarkan jasanya.Setelah melewati stasiun akan mendapatkan kediaman Bupati dan Ketua DPRD yang juga dikenal lingkungan Padang Matinggi. Kemudian sampai pada pangkal Jembatan Sungai Bilah yang merupakan ikon kedua kota Rantauprapat. Dari Medan menuju kota Rantauprapat kita harus melewati jembatan sungai Bilah. Konon ceritanya sungai ini mempunyai peranan penting untuk perkembangan kota Rantauprapat era penjajahan dan revolusi. Sungai ini juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi pada masa itu. Sampai pangkal Jembatan dinamakan Jalan Jenderal Sudirman dan setelah ujung jembatan dinamakan Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Gambaran Simpang Enam dari Jl A Yani
Dari ujung jembatan jalan mulai menanjak ringan, kira-kira 50 meter akan tampak Lapangan Ika Bina di sebelah kiri dan Kantor Polisi di sebelah kanan. Sehabis tanjakan jalan mendatar ke Simpang Enam. Dinamakan simpang enam karena simpangnya bercabang enam. Keenam simpang itu adalah Jalan Ahmad Yani, Agus Salim, Ahmad Yani, Imam Bonjol, Gatot Subroto dan Jalan Cut Nyak Dien. Jalan Gatot Subroto lebih umum dikenal Gatsu. Jalan Imam Bonjol sudah dipadati Rumah Toko (Ruko).


Bangunan Belanda di Jl A Yani menuju Simpang Empat
Disepanjang jalan Ahmad Yani masih terdapat tempat berjualan bangunan Belanda. Tetapi pada umumnya sudah dirombak menjadi bentuk Ruko. Antara jalan Ahmad Yani dan Agus Salim terdapat jalan Veteran yang menemuka kedua jalan itu. Panjang jalan ini kurang lebih seratus meter. Separuhnya akan berubah menjadi pusat jajanan makanan sepanjang malam hari. Berbagai jajanan disediakan disana. Disekitar ini juga terdapat Jalan Pattimura yang merupakan tempat nongkrong lelaki paruh baya dan orangtua dari berbagai latar belakang dipagi hari. Ada pensiunan, agen kenderaan, tukang beca, dan lain sebagainya. Berbagai informasi sekitar Rantauprapat bisa kita dapatkan disini.


Terus melalui jalan Ahmad Yani menuju simpang Empat. Seperti nama simpang sebelumnya simpang ini bercabang empat. Kekiri Jalan Martinus Lubis dan Kekanan Jalan Diponegoro. Kira-kira 50 meter jalan Diponegoro dari simpang adalah Pajak Baru. Sekarang Pajak ini sudah kosong karena Pemerintahan Tigor-Suhari memindahkannya ke Pajak Gelugur. Diujung jalan ini terdapat simpang tiga, arah ke kiri Jalan Sirandorung dan ke kanan Jalan Siringoringo. Nama jalan yang menurut saya Khas Rantauprapat, karena nama jalan itu lain dari nama jalan di Rantauprapat pada umumnya. Di ujung jalan Diponegoro juga terdapat panglong Bandar Losa. Konon ceritanya ini adalah panglong tertua di Rantauprapat. Kedua jalan ini menuju jalan baru. Didalam segitiga ketiga jalan ini terdapat Pajak Gelugur di Jalan Gelugur.

Sampai tahun 2005 pusat perbelanjaan yang paling besar di Rantauprapat adalah Sinar Mega. Tepatnya didepan Gedung Nasional beberapa meter meneruskan Jalan Ahmad Yani. Sekarang sudah tutup seiring dengan berdirinya Suzuya tahun 2005. Galon pertama di Rantauprapat tepat disamping Gedung Nasional yang sekarang sudah tutup dan belukar. Galon berikutnya didepan Hotel Rantauprapat dan di Jalan Baru. Tidak jauh dari Simpang Empat ada Kedai Akur. Umunya kedai ini tempat nongkrong para wartawam dipagi hari. Kita akan mendapatkan informasi perkembangan pemerintahan dan politik Labuhanbatu di kedai ini. Sajian makanan di kedai ini terbatas, hanya roti bakar selai dan telur rebus setengah matang. Sajian minumannya khas wartawan, kopi susu, kopi, teh manis dan softdrink lainnya. Roti bakarnya dilapisi selai markisa yang kental, apabila minumannya kopi susu akan terasa berat dileher.

Suzuya, Saat Ini Menjadi Pusat Perbelanjaan Terbesar di Rantauprapat
Terus melusuri Jalan Ahmad Yani akan melewati Hotel Indah dan hotel Garuda. Setelah itu kita akan medapati Makam Pahlawan disebelah kanan. Tidak berapa jauh dari Makan Pahlawan ada Suzuya disebelah kiri yang depannya terdapat gereja yang tertua di Rantauprapat yang dibangun ditahun 1936. Sekitar 100 meter kemudian terdapat Masjid Agung juga merupakan masjid tertua di Rantauprapat. Seterusnya hotel Rantauprapat dan supermarket Brastagi. Brastagi merupakan tempat belanja bahan-bahan dapur seperti halnya kita berada di Pajak Gelugur, mungkin dengan berbagai variasi yang diimpor dari luar negeri. Tempat belanja ini sulit dimengerti oleh masyarakat Rantauprapat. Selain Masjid dan Gereja di kota ini juga terdapat Klenteng Cina. Yang paling besar disekitar Jalan HM Said. Kelenteng ini baru dibangun. Selain itu terdapat juga Klenteng Cina di Jalan Gatsu, diantara Jalan Sirandorung dengan Jalan Siringo-ringo dekat Pajak Gelugur dan di disekitar Jalan Urip Sumadiharjo.


Tidak jauh dari Brastagi kita dapatkan simpang tiga ke Rumah Sakit Umum Labuhanbatu. Dan simpang ini merupakan akhir dari Jalan Ahmad Yani. Mulai dari pangkal simpang ini akan dinamakan Jalan SM Raja. Dijalan ini terdapat Hotel Nuansa Indah dan Hotel Putri Deli dan Simpang Mangga. Simpang ini bercabang tiga, dinamakan simpang mangga karena dulunya terdapat pohon mangga besar disimpang itu sebagai tempat berteduh. Tidak jauh dari simpang ini ada sebuah galon yang sudah tutup karena Meledak tahun 2011. Ledakan ini menewaskan salah seorang pegawainya dan melukai beberapa yang lainnya. Tidak jauh dari galon ini sebelum jembatan Aek Tapa sedang berlangsung pembangunan pasar swalayan Suzuya yang lebih besar nantinya. Dari jembatan ini jalan lurus menuju lingkungan perkantoran pemerintahan. Dinamai jembatan Aek Tapa karena sungai yang mengalir dibawahnya dinamakan Aek Tapa. Dinamakan Aek Tapa karena dulu banyak terdapat ikan Tapa. Sejenis ikan yang bisa tumbuh sangat besar. Mungkin diibartkan ikan yang ber-tapa.


Masjid Al Ikhlas di Lingkungan Asrama Haji Rantauprapat
Disekitar perkantoran ini terdapat berbagai kantor dinas urusan pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu. Mulai dari kantor DPRD, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Asrama Haji, Kantor Departemen Agama dan lain sebagainya. Saat ini sedang pembangunan pemugaran Kantor Bupati Labuhanbatu. Pemberangkatan dan pemulangan haji setiap tahun merupakan jadwal rutin kegiatan pemerintahan mulai tahun 2004. Sekitar lima ratus meter dari perkantoran itu akan ditemui simpang pertemuan dengan jalan HM Said atau Jalan Baru. Simpang ini juga ujung dari Jl SM Raja. Tidak jauh dari simpang ini setelah melewati Jembatan Aek Riung terdapat pabrik getah yang lebih umum dikenal dengan Hok-Lie. Dari simpang ini sampai ke Baliho Selamat Jalan kota Rantauprapat sekitar satu kilo meter yang umum dikenal dengan lingkungan Sigambal. Jalan diantara ini sering macet, karena selain jalannya sempit selasar jalan juha agak tinggi jaraknya dengan lingkungan sekitar.



Rantauprapat Dimalam Hari


Suasana Jalan KH Ahmad Dahlan dimalam hari
Titik-titik yang ramai dimalam hari adalah Jalan Veteran, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Gatot Subroto. Di Jalan Veteran akan tersedia berbagai hidangan jajanan untuk keluarga seperti mie rebus, nasi goreng, dan lain sebagainya. Jalan Gatot Subroto (Gatsu) adalah tempat para remaja nongkrong mulai sore hingga malam hari. Berbagai jajanan khas remaja tersedia disini, misalnya burger, dan lain sebagainya. Para remaja juga akan banyak terlihat melewatkan sore dan malamnya di Puncak. Suatu tempat di sekitar pintu masuk Stadion Binaraga. Dinamakan puncak karena tempat ini merupakan tempat paling tinggi disekitar Rantauprapat. Sedangkan Jalan KH Ahmad Dahlan akan banyak menjual pakaian bekas dan baru. Jika kita hendak membeli pakaian atau sepatu baru dimalam hari tempatnya adalah disini.

Selain ketiga tempat diatas titik lainnya adalah lopa loma dipangkal jalan Gatsu dari Simpang Enam dan Mie Aceh di lingkungan perisai. Dinamakan perisai karena dulunya terdapat lapangan bola yang dinamai Perisai. Akan tetapi sekarang sudah menjadi perumahan dan namanya tetap perumahan Perisai Indah. Titik lainnya adalah jalan baru. Ini adalah keramaian yang bernada negatif. Ketika melewati wilayah ini akan terdengar suara musik house dengan dentuman kuat. Disekitar ini terdapat beberapa kafe liar. Salah satu yang paling dikenal adalah kafe Gundaling. Tempat ini akan banyak dikunjungi oleh para lelaki berbagai kalangan. Berbagai transaksi dunia malam terjadi disini.

Dimalam hari juga akan banyak ditemui beberapa warnet yang buka sampai larut malam. Warnet sangat menjamur dan tersebar disekitar jalan Gatsu, Urip Sumadiharjo dan Siringo-ringo. Akan banyak kita temui para remaja bermain game online.

Makanan
Makanan khas kota Rantauprapat adalah Ikan Baung Gulai Asam, Anyang Ayam, Ikan Mas Holat. Ikan Baung Gulai Asam adalah ikan yang di gulai dengan banyak asam tanpa santan. Anyang ayam adalah ayam yang dibakar setelah itu dicampur dengan santan dan Ikan Mas Holat adalah ikan mas yang bakar, setelah itu dimasukkan kedalam kuah yang dicampur dengan kikisan kayu Holat. Holat berarti kelat. Kayu ini banyak tumbuh di daerah Gunungtua. Menurut cerita rasa kayunya memang kelat. Salah satu rumah makan yang paling dikenal adalah Rumah Makan Afifah di Jalan SM Raja.

Seperti kota-kota lainnya, Rantauprapat juga banyak terdapat Rumah Makan cita rasa Padang. Tersebar diberbagai titik jalan di Rantauprapat. Selain cita rasa Padang, pada malam hari juga banyak yang menjual makanan cita rasa Jawa. Berbagai kaki lima dimalam hari akan berubah menjadi tempat menjual makanan cita rasa ini seperti kepiting saus tiram dan lain sebagainya. Selain cita rasa diatas dikota ini juga tersedia cita rasa Aceh seperti Mie Aceh. Titiknya juga tersebar disepanjang Jalan Sudirman-Ahmad Yani-SM Raja pada malam hari. Makan cita rasa modern juga tersedia, seperti CFC di Suzuya dan ayam goreng Top Cicken di Jalan Cut Nyak Dien. Dan belakangan sudah ada Pizza di Supermarket Brastagi. Toko roti yang paling umum dikenal sekarang adalah Toko Roti France di Jalan Ahmad Yani. Sebelum toko ini yang paling umum dikenal adalah Toko Roti Timur Bakri.

Tempat Rekreasi
Tempat rekreasi yang paling banyak dikunjungi adalah Aek Buru. Aek Buru merupakan tempat wisata alam. Jaraknya sekitar dua puluh kilometer Barat Laut Rantauprapat. Tempat wisatanya berupa air sungai mengalir yang dinaungi dengan pohon rindang, sangat sejuk. Saat hari libur akan banyak kita jumpai para remaja membawa makanan mentah untuk dibakar ditepi sungai ini. Disini kita akan merasa dekat dengan alam.

Setelah Aek Buru ada juga yang disebut dengan Terjun Baru. Ini tempat rekreasi berupa air terjun di Kaki Bukit Barisan. Jaraknya sekitar sepuluh kilometer Barat Daya Kota Rantauprapat. Ini juga merupakan tempat wisata alam berupa aliran sungai, tetapi dengan tebing yang lebih tinggi. Disana kita akan merasa dekat dengan bumi. Disekitar Terjun Baru juga terdapat tugu perjuangan Lobusona. Wilayah ini diabadikan dengan nama kelurahan. Konon ceritanya disekitar tugu tersebut merupakan pusat komando para pejuang masa revolusi untuk mempertahankan wilayah Labuhanbatu dari agresi Belanda. Setiap peringatan hari kemerdekaan Napak Tilas selalu melewati tugu ini.

Bahasa
Bahasa yang umumnya dipakai Rantauprapat adalah Bahasa Indonesia. Tetapi tidak jarang masyarakatnya menggunakan bahasa daerahnya (bahasa Panai, Mandailing, Angkola dan Batak). Bahasa Hokkian (Cina) juga tidak jarang kita dengar diberbagai toko di kota ini. Bahasa yang khas dan umum digunakan kedalam Bahasa Indoensia adalah bongak yang berarti omong kosong. Satuku berarti sendirian. Yang Heppot berarti yang sibuk. Boloi berarti perbaiki. Yang oto berarti yang yang bodoh. Ondak berarti mau, akan. Jang yang berarti Lah.