Minggu, 08 Desember 2013
QUIZ ONLINE
Public Class Form1
Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
tabel()
KODE_PELANGGAN.Items.Add("MED")
KODE_PELANGGAN.Items.Add("BEL")
KODE_PELANGGAN.Items.Add("TEM")
KODE_PELANGGAN.Items.Add("MAR")
KODE_PELANGGAN.Items.Add("BIN")
KODE_PELANGGAN.Items.Add("PAK")
TIPE_PELANGGAN.Items.Add("TOK")
TIPE_PELANGGAN.Items.Add("RUM")
TIPE_PELANGGAN.Items.Add("SWA")
TIPE_PELANGGAN.Items.Add("PAB")
End Sub
Private Sub KODE_PELANGGAN_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KODE_PELANGGAN.SelectedIndexChanged
Select Case KODE_PELANGGAN.Text
Case ("MED")
DAERAH.Text = "MEDAN"
PAJAK.Text = 0.015
Case ("BEL")
DAERAH.Text = "BELAWAN"
PAJAK.Text = 0.015
Case ("TEM")
DAERAH.Text = "AKSARA"
PAJAK.Text = 0.015
Case ("MAR")
DAERAH.Text = "MARENDAL"
PAJAK.Text = 0.015
Case ("BIN")
DAERAH.Text = "BINJAI"
PAJAK.Text = 0.015
Case ("PAK")
DAERAH.Text = "LUBUK PAKAM"
PAJAK.Text = 0.015
End Select
End Sub
Private Sub TIPE_PELANGGAN_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles TIPE_PELANGGAN.SelectedIndexChanged
Select Case TIPE_PELANGGAN.Text
Case ("TOK")
TIPE_TOKO.Text = "TOKO"
BIAYA_BEBAN.Text = 150000
HARGA_PER_KWH.Text = 500
Case ("RUM")
TIPE_TOKO.Text = "RUMAH"
BIAYA_BEBAN.Text = 50000
HARGA_PER_KWH.Text = 200
Case ("SWA")
TIPE_TOKO.Text = "SWALAYAN"
BIAYA_BEBAN.Text = 400000
HARGA_PER_KWH.Text = 1500
Case ("PAB")
TIPE_TOKO.Text = "PABRIK"
BIAYA_BEBAN.Text = 1000000
HARGA_PER_KWH.Text = 10000
End Select
End Sub
Sub tabel()
LV.Columns.Add("KODE PELANGGAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("DAERAH", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("TIPE PELANGGAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("TIPE TOKO", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("BIAYA BEBAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("METERAN BULAN LALU", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("METERAN BULAN SEKARANG", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("HARGA PER KWH", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("BESAR PEMAKAIAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("PAJAK", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("TAGIHAN", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.Columns.Add("TOTAL BAYAR", 80, HorizontalAlignment.Left)
LV.View = View.Details
LV.GridLines = True
LV.FullRowSelect = True
End Sub
Sub ISITABEL()
Dim x As New ListViewItem
With x
.Text = KODE_PELANGGAN.Text
.SubItems.Add(DAERAH.Text)
.SubItems.Add(TIPE_PELANGGAN.Text)
.SubItems.Add(TIPE_TOKO.Text)
.SubItems.Add(BIAYA_BEBAN.Text)
.SubItems.Add(METERAN_BULAN_LALU.Text)
.SubItems.Add(METERAN_SEKARANG.Text)
.SubItems.Add(HARGA_PER_KWH.Text)
.SubItems.Add(BESAR_PEMAKAIAN.Text)
.SubItems.Add(PAJAK.Text)
.SubItems.Add(TAGIHAN.Text)
.SubItems.Add(TOTAL_BAYAR.Text)
LV.Items.Add(x)
End With
End Sub
Private Sub TOTAL_BAYAR_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TOTAL_BAYAR.KeyPress
If Asc(e.KeyChar) = 13 Then
TOTAL_BAYAR.Text = Val(BIAYA_BEBAN.Text) + Val(HARGA_PER_KWH.Text) + Val(BESAR_PEMAKAIAN.Text)
End If
End Sub
Private Sub PROSES_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles PROSES.Click
BESAR_PEMAKAIAN.Text = METERAN_BULAN_LALU.Text - METERAN_SEKARANG.Text
TAGIHAN.Text = BIAYA_BEBAN.Text + (HARGA_PER_KWH.Text * BESAR_PEMAKAIAN.Text)
TOTAL_BAYAR.Text = TAGIHAN.Text * PAJAK.Text
End Sub
Private Sub SIMPAN_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles SIMPAN.Click
ISITABEL()
BERSIH()
End Sub
Sub BERSIH()
KODE_PELANGGAN.Text = ""
TIPE_PELANGGAN.Text = ""
TIPE_TOKO.Text = ""
PAJAK.Text = "'"
METERAN_SEKARANG.Text = ""
METERAN_BULAN_LALU.Text = ""
TOTAL_BAYAR.Text = ""
DAERAH.Text = ""
HARGA_PER_KWH.Text = ""
BIAYA_BEBAN.Text = ""
TAGIHAN.Text = ""
BESAR_PEMAKAIAN.Text = ""
End Sub
Private Sub HAPUS_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles HAPUS.Click
BERSIH()
End Sub
Private Sub HAPUS_LIST_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles HAPUS_LIST.Click
LV.Items.Remove(LV.SelectedItems(0))
End Sub
End Class
Sabtu, 07 Desember 2013
Mari kita belajar pemograman mesran[dot]net
saya adalah salah satu mahasiswi di Stmik.Budidarma, sesuai dengan jurusan perkuliahan yang saya ambil,saya banyak mempelajari tentang ilmu pemrograman diantaranya: vb.net,c++,Turbo Pascal Dan masih banyak lagi yang lainya.
dalam hal mempelajari ilmu pemrograman saya tidak bisa belajar hanya dalam waktu perkuliahan saja,saya mencoba mempelajari semua itu di rumah,dan saya sangat beruntung karna menemukan sebuah website yaitu Mesran.net yang mana didalamnya banyak terdapat apa yang saya cari mulai dari informasi terkini,ilmu pemrograman,sampai saya juga bisa dengan mudah men-download software-software yang saya butuhkan.
tidak hanya itu Mesran.net juaga banyak menginformasikan tentang workshop-workshop pemrograman buat mahasiswa yang baru pemula seperti saya.Jadi buat teman-teman yang lagi bingung atau bosan buka situs yang itu-itu aja mendingan langsung aja kunjuning website mesran.net.
saya yakin selain menambah ilmu, disana juga anda akan menemukan wawasan yang lebih luas lagi tentang ilmu-ilmu pemrograman khususnya....
sekian dulu ya ulasan saya tentang mesran.net semoga bermanfaat bagi kalian semua yang ingin menambah ilmu pemrogramannya.:-)
Jumat, 06 Desember 2013
Mengenal Kota RantauPrapat
Mengenal Kota Rantauprapat
![]() |
| Tulisan Sejarah dan Kebudayaan |
Meneruskan
Jalan Sudirman akan terlihat stasiun Kereta Api disebelah kiri. Stasiun ini
merupakan ikon pertama kota ini karena sudah ada sejak era penjajahan, yang
merupakan stasiun terakhir dari Medan. Kereta Api di kota ini merupakan
transportasi utama Medan-Rantauprapat dan sebaliknya. Jadwal rutinnya tiga kali
sehari semalam ke Medan, yaitu pagi, sore dan malam. Selain untuk mengangkut
penumpang dan pengiriman barang rel Kereta Api juga dimanfaatkan untuk
mengankut CPO dalam tanki.
Pada waktu
tiba Kereta Api dari ketiga jadwal tersebut akan terlihat Beca Bermotor (Betor)
dan Bus antri untuk mendapatkan sewa. Betornya agak besar dan pada umumnya
bermesin Honda Win. Busnya ke berbagai jurusan misalnya Negeri Lama, Kampung
Pajak dan daerah lainnya. Disekitar stasiun juga banyak jasa angkutan taxi
liar. Biasanya kalau tidak mendapat tiket kereta Api akan banyak taxi ke Medan
menawarkan jasanya.Setelah
melewati stasiun akan mendapatkan kediaman Bupati dan Ketua DPRD yang juga
dikenal lingkungan Padang Matinggi. Kemudian sampai pada pangkal Jembatan
Sungai Bilah yang merupakan ikon kedua kota Rantauprapat. Dari Medan menuju
kota Rantauprapat kita harus melewati jembatan sungai Bilah. Konon ceritanya
sungai ini mempunyai peranan penting untuk perkembangan kota Rantauprapat era penjajahan
dan revolusi. Sungai ini juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi pada
masa itu. Sampai pangkal Jembatan dinamakan Jalan Jenderal Sudirman dan setelah
ujung jembatan dinamakan Jalan Jenderal Ahmad Yani.
![]() |
| Gambaran Simpang Enam dari Jl A Yani |
![]() |
| Bangunan Belanda di Jl A Yani menuju Simpang Empat |
Terus melalui
jalan Ahmad Yani menuju simpang Empat. Seperti nama simpang sebelumnya simpang
ini bercabang empat. Kekiri Jalan Martinus Lubis dan Kekanan Jalan Diponegoro.
Kira-kira 50 meter jalan Diponegoro dari simpang adalah Pajak Baru. Sekarang
Pajak ini sudah kosong karena Pemerintahan Tigor-Suhari memindahkannya ke Pajak
Gelugur. Diujung jalan ini terdapat simpang tiga, arah ke kiri Jalan
Sirandorung dan ke kanan Jalan Siringoringo. Nama jalan yang menurut saya Khas
Rantauprapat, karena nama jalan itu lain dari nama jalan di Rantauprapat pada
umumnya. Di ujung jalan Diponegoro juga terdapat panglong Bandar Losa. Konon
ceritanya ini adalah panglong tertua di Rantauprapat. Kedua jalan ini menuju
jalan baru. Didalam segitiga ketiga jalan ini terdapat Pajak Gelugur di Jalan
Gelugur.
Sampai tahun 2005 pusat perbelanjaan yang paling besar di Rantauprapat adalah Sinar Mega. Tepatnya didepan Gedung Nasional beberapa meter meneruskan Jalan Ahmad Yani. Sekarang sudah tutup seiring dengan berdirinya Suzuya tahun 2005. Galon pertama di Rantauprapat tepat disamping Gedung Nasional yang sekarang sudah tutup dan belukar. Galon berikutnya didepan Hotel Rantauprapat dan di Jalan Baru. Tidak jauh dari Simpang Empat ada Kedai Akur. Umunya kedai ini tempat nongkrong para wartawam dipagi hari. Kita akan mendapatkan informasi perkembangan pemerintahan dan politik Labuhanbatu di kedai ini. Sajian makanan di kedai ini terbatas, hanya roti bakar selai dan telur rebus setengah matang. Sajian minumannya khas wartawan, kopi susu, kopi, teh manis dan softdrink lainnya. Roti bakarnya dilapisi selai markisa yang kental, apabila minumannya kopi susu akan terasa berat dileher.
Sampai tahun 2005 pusat perbelanjaan yang paling besar di Rantauprapat adalah Sinar Mega. Tepatnya didepan Gedung Nasional beberapa meter meneruskan Jalan Ahmad Yani. Sekarang sudah tutup seiring dengan berdirinya Suzuya tahun 2005. Galon pertama di Rantauprapat tepat disamping Gedung Nasional yang sekarang sudah tutup dan belukar. Galon berikutnya didepan Hotel Rantauprapat dan di Jalan Baru. Tidak jauh dari Simpang Empat ada Kedai Akur. Umunya kedai ini tempat nongkrong para wartawam dipagi hari. Kita akan mendapatkan informasi perkembangan pemerintahan dan politik Labuhanbatu di kedai ini. Sajian makanan di kedai ini terbatas, hanya roti bakar selai dan telur rebus setengah matang. Sajian minumannya khas wartawan, kopi susu, kopi, teh manis dan softdrink lainnya. Roti bakarnya dilapisi selai markisa yang kental, apabila minumannya kopi susu akan terasa berat dileher.
![]() |
| Suzuya, Saat Ini Menjadi Pusat Perbelanjaan Terbesar di Rantauprapat |
Tidak jauh
dari Brastagi kita dapatkan simpang tiga ke Rumah Sakit Umum Labuhanbatu. Dan simpang
ini merupakan akhir dari Jalan Ahmad Yani. Mulai dari pangkal simpang ini akan
dinamakan Jalan SM Raja. Dijalan ini terdapat Hotel Nuansa Indah dan Hotel
Putri Deli dan Simpang Mangga. Simpang ini bercabang tiga, dinamakan simpang
mangga karena dulunya terdapat pohon mangga besar disimpang itu sebagai tempat
berteduh. Tidak jauh dari simpang ini ada sebuah galon yang sudah tutup karena
Meledak tahun 2011. Ledakan ini menewaskan salah seorang pegawainya dan melukai
beberapa yang lainnya. Tidak jauh dari galon ini sebelum jembatan Aek Tapa sedang
berlangsung pembangunan pasar swalayan Suzuya yang lebih besar nantinya. Dari jembatan
ini jalan lurus menuju lingkungan perkantoran pemerintahan. Dinamai jembatan
Aek Tapa karena sungai yang mengalir dibawahnya dinamakan Aek Tapa. Dinamakan Aek
Tapa karena dulu banyak terdapat ikan Tapa. Sejenis ikan yang bisa tumbuh
sangat besar. Mungkin diibartkan ikan yang ber-tapa.
![]() |
| Masjid Al Ikhlas di Lingkungan Asrama Haji Rantauprapat |
Disekitar
perkantoran ini terdapat berbagai kantor dinas urusan pemerintahan Kabupaten
Labuhanbatu. Mulai dari kantor DPRD, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama,
Asrama Haji, Kantor Departemen Agama dan lain sebagainya. Saat ini sedang
pembangunan pemugaran Kantor Bupati Labuhanbatu. Pemberangkatan dan pemulangan haji
setiap tahun merupakan jadwal rutin kegiatan pemerintahan mulai tahun 2004. Sekitar
lima ratus meter dari perkantoran itu akan ditemui simpang pertemuan dengan
jalan HM Said atau Jalan Baru. Simpang ini juga ujung dari Jl SM Raja. Tidak jauh
dari simpang ini setelah melewati Jembatan Aek Riung terdapat pabrik getah yang
lebih umum dikenal dengan Hok-Lie. Dari
simpang ini sampai ke Baliho Selamat Jalan kota Rantauprapat sekitar satu kilo
meter yang umum dikenal dengan lingkungan Sigambal. Jalan diantara ini sering
macet, karena selain jalannya sempit selasar jalan juha agak tinggi jaraknya
dengan lingkungan sekitar.
Rantauprapat Dimalam Hari
![]() |
| Suasana Jalan KH Ahmad Dahlan dimalam hari |
Selain
ketiga tempat diatas titik lainnya adalah lopa loma dipangkal jalan Gatsu dari
Simpang Enam dan Mie Aceh di lingkungan perisai. Dinamakan perisai karena
dulunya terdapat lapangan bola yang dinamai Perisai. Akan tetapi sekarang sudah
menjadi perumahan dan namanya tetap perumahan Perisai Indah. Titik lainnya
adalah jalan baru. Ini adalah keramaian yang bernada negatif. Ketika melewati wilayah
ini akan terdengar suara musik house dengan dentuman kuat. Disekitar ini
terdapat beberapa kafe liar. Salah satu yang paling dikenal adalah kafe
Gundaling. Tempat ini akan banyak dikunjungi oleh para lelaki berbagai
kalangan. Berbagai transaksi dunia malam terjadi disini.
Dimalam
hari juga akan banyak ditemui beberapa warnet yang buka sampai larut malam. Warnet
sangat menjamur dan tersebar disekitar jalan Gatsu, Urip Sumadiharjo dan
Siringo-ringo. Akan banyak kita temui para remaja bermain game online.
Makanan
Makanan
khas kota Rantauprapat adalah Ikan Baung Gulai Asam, Anyang Ayam, Ikan Mas
Holat. Ikan Baung Gulai Asam adalah ikan yang di gulai dengan banyak asam tanpa
santan. Anyang ayam adalah ayam yang dibakar setelah itu dicampur dengan santan
dan Ikan Mas Holat adalah ikan mas yang bakar, setelah itu dimasukkan kedalam
kuah yang dicampur dengan kikisan kayu Holat. Holat berarti kelat. Kayu ini
banyak tumbuh di daerah Gunungtua. Menurut cerita rasa kayunya memang kelat. Salah
satu rumah makan yang paling dikenal adalah Rumah Makan Afifah di Jalan SM
Raja.
Seperti
kota-kota lainnya, Rantauprapat juga banyak terdapat Rumah Makan cita rasa
Padang. Tersebar diberbagai titik jalan di Rantauprapat. Selain cita rasa
Padang, pada malam hari juga banyak yang menjual makanan cita rasa Jawa.
Berbagai kaki lima dimalam hari akan berubah menjadi tempat menjual makanan
cita rasa ini seperti kepiting saus tiram dan lain sebagainya. Selain cita rasa
diatas dikota ini juga tersedia cita rasa Aceh seperti Mie Aceh. Titiknya juga
tersebar disepanjang Jalan Sudirman-Ahmad Yani-SM Raja pada malam hari. Makan
cita rasa modern juga tersedia, seperti CFC di Suzuya dan ayam goreng Top
Cicken di Jalan Cut Nyak Dien. Dan belakangan sudah ada Pizza di Supermarket Brastagi.
Toko roti yang paling umum dikenal sekarang adalah Toko Roti France di Jalan
Ahmad Yani. Sebelum toko ini yang paling umum dikenal adalah Toko Roti Timur
Bakri.
Tempat Rekreasi
Tempat
rekreasi yang paling banyak dikunjungi adalah Aek Buru. Aek Buru merupakan
tempat wisata alam. Jaraknya sekitar dua puluh kilometer Barat Laut
Rantauprapat. Tempat wisatanya berupa air sungai mengalir yang dinaungi dengan
pohon rindang, sangat sejuk. Saat hari libur akan banyak kita jumpai para
remaja membawa makanan mentah untuk dibakar ditepi sungai ini. Disini kita akan
merasa dekat dengan alam.
Setelah
Aek Buru ada juga yang disebut dengan Terjun Baru. Ini tempat rekreasi berupa
air terjun di Kaki Bukit Barisan. Jaraknya sekitar sepuluh kilometer Barat Daya
Kota Rantauprapat. Ini juga merupakan tempat wisata alam berupa aliran sungai,
tetapi dengan tebing yang lebih tinggi. Disana kita akan merasa dekat dengan
bumi. Disekitar Terjun Baru juga terdapat tugu perjuangan Lobusona. Wilayah ini
diabadikan dengan nama kelurahan. Konon ceritanya disekitar tugu tersebut
merupakan pusat komando para pejuang masa revolusi untuk mempertahankan wilayah
Labuhanbatu dari agresi Belanda. Setiap peringatan hari kemerdekaan Napak Tilas
selalu melewati tugu ini.
Bahasa
Bahasa
yang umumnya dipakai Rantauprapat adalah Bahasa Indonesia. Tetapi tidak jarang
masyarakatnya menggunakan bahasa daerahnya (bahasa Panai, Mandailing, Angkola
dan Batak). Bahasa Hokkian (Cina) juga tidak jarang kita dengar diberbagai toko
di kota ini. Bahasa yang khas dan umum digunakan kedalam Bahasa Indoensia
adalah bongak yang berarti omong kosong. Satuku berarti sendirian.
Yang
Heppot berarti yang sibuk. Boloi berarti perbaiki. Yang
oto berarti yang yang bodoh. Ondak berarti mau, akan. Jang yang berarti Lah.
Pikiranmu Jadi Sumber Penyakit dan Kesembuhan
Selama ini kita masih sulit memahami
bagaimana mekanisme pikiran positif dapat mempengaruhi kesuksesan,
kesehatan, dan kebahagiaan kita. Lima abad lalu bahkan baru 5 dekade
yang lalu, manusia percaya bahwa kesakitan atau kesembuhan murni datang
dari Sang Pencipta sebagai cobaan. Sebelum dunia kesehatan dan medis
menemukan fatogen-fatogen eksternal dan internal, bibit penyakit seperti
Malaria, Kolera, Tifus dianggap sebagai kiriman setan atau cobaan dari
Tuhan. Begitu juga, masyarakat kita saat inipun sempat mengabaikan aspek
unsur kimiawi yang terrkandung dalam batu Ponari yang dapat
menyembuhkan + fakor sugesti/pikiran positif dan langsung menjudge bahwa itu syirik (ada setan) atau sebaliknya itu mukzizat dari Allah/Tuhan yang diperantarakan.
Jika boleh saya menilai, maka pola sikap dan pemikiran “short-cut”
(asal bunyi tanpa observasi, data dan pengujian) seperti itu tidak jauh
berbeda dengan pola pemikiran kita 5 abad yang lalu, hanya saja saat
ini masyarakat telah memiliki knowledge yang lebih mengenai
patologi. Namun, pemikiran yang sengaja kita batasi untuk mengeksplor
lebih mendalam fenomena-fenomena alam sebagai source of knowledge
tampaknya menjadi penghalang terbesar kemajuan pendidikan teknologi
bangsa kita. Ini berimplikasi tumbuhnya kultur bangsa yang hanya lebih
cenderung menjadi bangsa pengguna (customer-consumer) produk luar, bukan producer atau inventor.
DNA dan Kehidupan
Pertanyaan sekarang adalah apakah kita
percaya bahwa penyakit, kesehatan ataupun penyembuhan bergantung pada
faktor-faktor lain seperti pikiran dan mental kita? Benarkah sebagian
besar penyakit muncul dari pikiran negatif kita? Sebelum kita
mempercayai sesuatu (dalam konteks ini), alangkah lebih baiknya kita
melakukan investigasi dan penelusuran mendetil.
Seperti tulisan saya sebelumnya mengenai Analisis Faktor Penyembuhan Air Ponari, saya mengemukakan bahwa kemungkinan faktor penyembuhan ala Ponari adalah faktor mental, sugesti, dan probability
unsur kimia yang terkandungnya. Selain itu, saya juga melampirkan
salah satu hasil penelitian mengenai dampak sugesti pada penyembuhan di
Barat. Dan juga fenomena-fenomena seperti mengapa kita merasa mulai
sembuh tatkala baru menemui sang dokter.
Dan pada kesempatan ini, saya akan mengutip hasil penelitian Kazuo Murakami, Ph.D (Profesor Genetika) dalam bukunya, “The Divine Message of DNA“, yang membuka tabir tersembunyi di dalam DNA, “prosesor”-nya sel-sel tubuh kita. DNA (DeoxyriboNucleic Acid) atau asam deoksiribonukleat merupakan asam nukleat yang berisi kode genetik yang berfungsi sebagai blue print
(cetak biru) segala aktivitas kita terutama sel kita. Dengan informasi
DNA, maka sel dan jaringan di kepala akan menumbuhkan rambut yang terus
tumbuh, sedangkan bulu di alis akan tumbuh dengan panjang tertentu (hm..coba kalo bulu alis atau mata tumbuh terus),
begitu juga sel jari, telinga, mata dan seterusnya. DNA menjadi fondasi
pertumbuhan sel, menyusun dengan tepat protein dan molekul RNA, lalu
membentuk jaringan, organ hingga tubuh kita. Dalam hal ini, DNA sangat
mempengaruhi aspek fisik kehidupan kita. Sedangkan aspek fisik
(lingkungan) turut mempengaruhi mental kita, begitu juga sebaliknya.
Pengaruh Pikiran Pada Kesehatan dan Penyakit Secara Ilmu DNA
Dalam buku “The Divine Message of DNA” (DM-DNA) yang telah diterbitkan Mizan dengan judul “Tuhan dalam Gen Kita“, dikatakan bahwa kode-kode genetik DNA memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam). Tiap orang memiliki DNA yang mengandung semua bakat sekaligus perintang (bukan bakat) yang terprogram dalam 70 triliun kombinasi kode gen.
Artinya kode gen bakat piano dan anti-nya telah terprogram dalam gen
kita. Hanya saja, apakah gen bakat kita cenderung atau sebaliknya
antinya yang aktif (mirip mekanisme on-off pada sistem digital 0-1 atau biner).
Begitu juga, gen kanker beserta antinya, gen tumor beserta antinya, gen
cerdas beserta antinya, akan aktif atau tidak sangat dipengaruhi oleh
faktor lingkungan [aspek lingkungan : makanan, lingkungan, suara, dst] dan pikiran. Begitu juga hipotesa graviton pasti memiliki antinya yakni anti-graviton.
Idealnya adalah kode gen positif yang aktif, sedangkan gen yang berbahaya dinonaktifkan. Dan berpikir positif merupakan kunci penting dalam mengaktifkan kode tersebut. Jika kita mengerti tentang sistem mikroprosesor atau mikrokontroller, maka kita akan mudah mengerti gen aktif sebagai high state (misalnya 5 volt DC) dan gen non-aktif sebagai low state
(misalnya 0 volt DC). Dalam hal ini, berpikir positif merupakan
“tombol” untuk mengaktifkan gen-gen positif dan memadamkan kode gen
negatif, dan sebaliknya berpikir negatif menjadi “tombol” untuk
mengaktifkan gen negatif dan memadamkan gen positif. Berbagai kasus dan
penelitian diungkapkan secara rinci di buku Kazuo Murakami, Ph.D tersebut.
Konsep pikiran positif dan negatif telah menjadi frasa yang sangat familiar di telinga kita yakni “berpikirlah positif“, atau “ambil sisi positif“.
Berpikir positif hendakya disertai rasionalitas terlebih dalam
mengambil suatu keputusan. Disis lain, sejak kecil sebagian dari kita
lebih banyak mendapat porsi informasi negatif daripada positif. Kita
cenderung mudah mengingat hal-hal negatif ketimbang hal positif yang
kita alami atau peroleh. Terlebih dalam kondisi buruk, kita akan sulit
untuk berpikir positif.
Pikiran Positif dan Negatif dari Aspek Entropi
Kazuo Murakami berusaha menjelaskan perbedaan pikiran positif dan negatif dari aspek entropi. Ent
- Gambar Struktur DNA
ropi merupakan istilah dalam dunia fisika maupun kimia yang menjelaskan fenomena ketidakteraturan alam semesta yang dipelajari dalam Second Thermodynamic Law
(Hk. Termodinamika II). Hal ini dapat dijelaskan sederhana dalam
fenomena dimana setetes tinta akan menyebar luas dalam sebuah baskom
berisi penuh air. Dan mengapa tinta tidak berkumpul saja dalam satut
titik atau tidak menyebar?
Fenomena penyebaran setetes tinta
merupakan hukum alam yang alami yakni entropi. Hanya saja, apakah
penyebaran secara cepat atau lebih lambat tergantung pada faktor-faktor
luar seperti suhu/pemanasan, konsentrasi, atau pengadukan. Jika airnya
cukup dingin (agak membeku) dan kita tidak mengaduknya, maka tinta
tersebut tidak akan menyebar cepat. Hal ini serupa dengan kejadian
sehari-hari kita. Ketika kita menghadapi masalah atau sakit, apakah
batin kita bertambah tergoncang atau sebaliknya. Semakin batin dan
pikiran kita tergoncang, maka penderitaan atau penyakit kita akan
semakin parah. Sedangkan jika batin dan pikiran kita tenang dan berpikir
positif, maka penderitaan atau penyakit kita akan berkurang bahkan
dengan bantuan obat + do’a, penyakit dapat kita sembuhkan. Hal ini mirip
dengan mengangkat tetesan tinta di atas es, bukanlah air yang mendidih.
Sehingga pada fenomena Ponari, terlepas dari kandungan kimiawi pada
batu tersebut, kita akan mudah mengerti bahwa penyembuhan pasien sangat ditentukan oleh faktor mental atau sugesti sang pasien.
Penyebaran setetes tinta ini merupakan
fenomena penguraian atau dalam materi atau zat lain mengalami
ketidakteraturan atau pembusukan. Inilah disebut sebagai entropi. Tinta
akan mudah bercampur dengan air (bahkan tanpa energi luar), sedangkan
untuk memisahkan tinta dari air dibutuhkan energi ekstra. Fenomena
tinta juga berlaku untuk semua jenis materi, termasuk materi penyusun
tubuh kita (DNA).
Sejak kita dilahirkan, tubuh kita sedang
mengalami perubahan, dan secara bertahap tubuh kita akan tumbuh dan
kemudian menuju ambang kematian atau kehancuran. Satu-satunya alasan
ilmiah mengenai hal ini adalah keberadaan gen kita yang cenderung
bergerak menuju penguraian atau kehancuran. Ini adalah fenomena alami,
sangat alami (hukum alam atau Tuhan). Dalam kata lain, tubuh kita
terlahir dengan dilengkapi oleh sebuah program untuk mematikan sel.
Jika gen tiba-tiba bekerja dengan kemampuan penuh, hasilnya adalah kematian mendadak karena gen-gen itu akan rusak. Namun, biasanya gen kita bekerja untuk menjaga agar kita tetap hidup dan mencegah peningkatan entropi. Dengan kata lain, hidup dapat dilihat sebagai menjalani proses yang secara alami bergerak menuju kematian dan penguraian serta mengarahkannya pada keteraturan ….. (DM-DNA : Kazuo Murakami Chapter 2)
Ini berarti bahwa tubuh juga memiliki
kecenderungan untuk mempertahankan nilai entropi yang stabil, atau
memperlambat proses meningkatnya entropi. Kemampuan tubuh untuk
memperlambat peningkatan entropi (gen-gen) sangat ditentukan oleh faktor
mental kita. Gen-gen dan enzim-enzim yang diproduksi sesuai
perintah masing-masing memiliki peran penting untuk mengurangi entropi.
Tapi perlu diingat bahwa kecenderungan tubuh adalah menyembuhkan secara
bertahap, bukan perubahan mendadak.
Jika kita menerapkan prinsip entropi pada konsep pikiran positif dan negati, wajarlah untuk menganggap bahwa pikiran positif menyebabkan pengurangan entropi, sementara berpikir negatif menyebabkan peningkatan entropi. Anda akan melihat mengapa hal ini terjadi dalam penelitian diabetes – tertawa yang akan dijelaskan berikutnya ….. (DM-DNA : Kazuo Murakami Chapter 2)
Kazuo Murakami, Ph.D melakukan
penelitian mengenai efek pikiran positif/gembira yakni tertawa dengan
pikiran negatif (tegang, jemu, bosan) pada penderita diabetes.
Penelitian tersebut mendapatkan hasil spektakuler yakni tawa (rasa
senang) memiliki efek menguntungkan bagi tingkat glukosa darah. Mereka
menemukan bahwa 23 gen teraktivitasi berkat pasien tertawa. Dan salah
satu gen yang berhasil Tim Kazuo Murakami identifikasikan ketika
seseorang tertawa (pikiran positif) adalah gen reseptor D4 dopamin
(DRD4), yang terkait dengan penghambatan kerja enzim adenyil cyciase,
yang memegang peranan penting dalam peningkatan glukosa darah. Sedangkan
hal ini (pengaktifan gen-gen positif) tidak terjadi pada pasien yang
kondisinya tegang, jemu, bosan.
Efek Pikiran Positif dan Pikiran Negatif
Dari penelitian-penelitian efek pikiran
positif terhadap gen yang menjadi sumber utama pertumbuhan dan fungsi
sel, maka dapat ditarik satu pengetahuan baru yakni emosi positif dapat memicu tombol genetik.
Jika tubuh dapat direpresentasikan sebagai sistem yang terdiri dari
mental/batin/pikiran dan tubuh/fisik/DNA, maka antara tubuh dan batin
akan memiliki hubungan saling terkait (dependence relationship).
Untuk manusia secara umum, maka ketika mentalnya bermasalah (stress,
tegang, takut), maka fisiknya pun akan terganggu. Fisiknya akan mudah
terserang penyakit dan bibit penyakit. Begitu juga sebaliknya, jika
seseorang mengalami penderitaan fisik, maka hal tersebut dapat
mempengaruhi batin atau mentalnya.
Tentu kadar kesalingterkaitan antara
batin dan fisik sangat tergantung pada kematangan mentalnya. Yakni dalam
hal ini berhubungan dengan pengalaman (kedewasaan), iman (keyakinan),
kebiasaan atau latihan (training dan motivasi). Sehingga, cara termurah
dan efektif dalam menguatkan mental adalah do’a yang semua agama
mengajarkannya. Dari do’a, shalat, zikir, meditasi atau sejeninya, maka
bagi seseorang yang memiliki pemahaman yang baik terhadap ajaran agama,
akan lebih mudah menghadapi tantangan lingkungan (faktor lingkungan,
masyarakat, bahkan tubuh bagi mental, dan pikiran bagi tubuh). [Catatan :
tubuh dapat menjadi lingkungan bagi sistem mental/pikiran, begitu juga
sebaliknya unsur mental/pikiran dapat menjadi sumber eksternal
(lingkungan) bagi DNA/tubuh kita).
Dengan pemahaman ini, seyogyanya seorang
yang memiliki kedalaman praktik dan pemahaman suatu agama akan memiliki
keadaan mental yang stabil dan selalu memancarkan emosi positif dari
hati dan pikirannya. Batinnya tidak akan mudah goyah ketika pujian atau
celaan menimpa dirinya. Dikala mendapat keuntungan dan rezeki, batinnya
akan stabil dan tetap memancarkan emosi positif yakni grateful (bersyukur), humble (rendah hati) dan generous
(bermurah hati). Begitu juga, ketika giliran ketidakberuntungan
menimpanya, grateful, humble dan generous tetap terpatri dalam
mentalnya. Sehingga secara kasat mata, maka seseorang yang bergebu-gebu
dan lantang menghujat dan memaki orang lain karena berbeda pendapat
atau berbeda keyakinan, akan menjadi objek pertanyaan besar yakni
“benarkah ia telah menjalankan agamanya dengan baik dan benar?”
Sehat atau Sakit datang dari Pikiranmu
Ini merupakan bagian akhir dari tulisan saya. Jika kita telusuri secara mendalam, maka penyakit atau kesembuhan (sehat)
sangat tergantung pada pikiran atau sikap mental kita. Sugeti merupakan
cara efektif untuk mengaktifkan gen positif dan memadamkan gen negatif.
Sugesti dapat muncul dari keyakinan kuat atas do’a, keyakinan kuat pada
benda/materi (obat, jimat, batu, dsb), dorongan keluarga dan sahabat
(misalnya : menjenguk rekan sakit), dan masih banyak lagi. Inilah
mengapa orang dengan beragam agama dan kepercayaan bahkan bagi mereka
yang tidak percaya sama Tuhan sama sekalipun, dapat mengalami
penyembuhan asalkan mereka percaya atau memiliki sugesti akan
penyembuhan yang disertai “perantara”. Perantara dapat berupa obat
tradisional, jamu, obat kimia, urut/pijak, terapi infra merah, air putih
dan sejenisnya.
Jadi, kekuatan berpikir positif memiliki
pengaruh yang sangat besar pada tiap orang. Hal ini terlihat jelas
ketika seseorang jatuh sakit. Jika seseorang dokter memberitahu
pasiennya bahwa ia (pasien yang bermental kurang stabil) menderita
kanker, hal ini akan membuat pasien mengalami depresi yang berujung pada
memburuknya kondisi kesehatan. Sehingga hal ini pun diterapkan oleh
dokter-dokter untuk tidak memberitahu secara langsung kepada pasien yang
mengalami penyakit kronis yang sulit disembuhkan seperti kanker.
Dalam sisi lain, seorang akan mulai
mengalami penyembuhan yang sangat progresif tatkala mendapat dorongan
dan motivasi dari keluarga, sahabat dan dokter yang merawat. Bahkan
tidak sedikit orang mendapat “keajaiban” penyembuhan dengan latar suku,
ras, agama yang berbeda-beda. Dalam penelitian genetika ini, maka proses
ini disebut sebagai penyembuhan diri sendiri. Konsep penyembuhan diri
sendiri telah muncul sejak zaman dahulu kala, bahkan hewan-hewan dihutan
pun melakukan hal yang sama ketika mereka (hewan) jatuh sakit. Hal ini
dapat dijelaskan karena tubuh (DNA) memiliki kode genetik untuk
melakukan penyembuhan sendiri. Hanya saja, apakah pikiran/mental kita
mengizinkan tubuh kita untuk melakukan penyembuhan sendiri? Apakah
pikiran/mental/kebiasaan hidup mengizinkan perubahan dalam cara makan
(jenis makanan, sayur, buah, alami atau buatan), atau kebiasaan (rokok,
alkohol, zat aditif dan adiktif)?
Jika batin/mental mengizinkan (berusaha)
berpikir positif dan penyembuhan serta sehat, maka kebahagiaan,
kesembuhan, dan hidup sehat akan menjadi milik kita. Karena pada
hakekatnya, dalam setiap gen kita memiliki potensi untuk menimbulkan
penyakit, dan pada saat yang sama, juga gen dapat mencegah penyakit.
Hanya saja, kita mau milih yang mana, untuk hidup dengan pemikiran positif atau negatif. Apakah kita mengingankan hidup sehat atau berpenyakit, tergantung pada mental Anda. So, jangan lupa untuk terus memancarkan pikiran positif ke setiap elemen kehidupan.
Hanya saja, kita mau milih yang mana, untuk hidup dengan pemikiran positif atau negatif. Apakah kita mengingankan hidup sehat atau berpenyakit, tergantung pada mental Anda. So, jangan lupa untuk terus memancarkan pikiran positif ke setiap elemen kehidupan.
Jadi, apakah Anda percaya bahwa sakit
atau sehat sangat bergantung dari pikiran Anda? Jika percaya, kembangkan
pikiran positif yang tentunya disertai rasionalitas. Agar sehat dan
cerdas.
Terima kasih, Semoga Bermanfaat.NUSANTARAKUNUSANTARAKU
Dasar Basis Data
Pengertian Data dan Informasi
Data adalah fakta mengenai objek, orang dan lain-lain yang dinyatakan dengan nilai (angka, deretan karakter, atau simbol). Sedangkan informasi adalah data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang
Pengertian Basis Data
Basis Data adalah Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan dalam satu kesatuan tanpa pengulangan (redudansi) yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.
Prinsip utama basis data adalah pengaturan data/arsip. Tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data/arsip.
Sejarah Basis Data
Sistem pemrosesan manual (berbasis kertas) merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk record yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika suatu berkas diperlukan, berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut.
Pada awal penerapan sistem komputer, sekelompok record disimpan pada sejumlah berkas secara terpisah. Sistem yang menggunakan pendekatan seperti ini biasa disebut dengan sistem pemrosesan berkas.
Sistem pemrosesan basis data mempunyai tujuan untuk menggantikan kelemahan dari sistem pemrosesan berkas, dalam hal:
DBMS (Database Management System)
DBMS adalah software yang menangani semua akses ke basis data. Secara konsep apa yang terjadi adalah sebagai berikut:
Sebuah sistem basis data menyediakan dua tipe bahasa yaitu : tipe untuk menspesifikasikan skema basis data, disebut DDL (Data Definition Language), dan tipe untuk mengekspresikan query atau update basis data, disebut DML (Data Manipulation Language).
Data Definition Language
Skema basis data dispesifikasikan oleh sekumpulan definisi dengan sebuah bahasa khusus yang disebut data definition language (DDL). Hasil kompilasi DDL berupa tabel-tabel yang disimpan dalam sebuah file, disebut kamus data atau data directory. Kamus data adalah sebuah file yang berisi metadata. File ini yang dikonsultasi sebelum data yang sebenarnya dibaca atau dimodifikasi oleh sistem basis data.
Data Manipulation Language
DML dalah bahasa untuk memanipulasi data yaitu:
Database Administrator (DBA)
Administrator basis data (DBA) adalah orang yang bertanggungjawab terhadap strategi yang berhubungan dengan pengolahan data pada suatu perusahaan. Selain hal tersebut, DBA adalah orang yang bertanggung jawab terhadap implementasi strategi tersebut secara teknis.
Berikut dijelaskan beberapa fungsi DBA secara detail:
Arsitektur sistem basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data.
LEVEL ARSITEKTUR BASIS DATA
Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :
Conceptual/Internal Mapping yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level konseptual dan level internal. Pemetaan ini menjelaskan bagaimana record & field pada level konseptual direpresentasikan pada level internal.
External/Conceptual Mapping yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level eksternal dan level konseptual.
MODEL-MODEL DATA
Model data adalah sekumpulan tool konseptual untuk mendeskripsikan data, relasi-relasi antar data, semantik data & konsistensi konstrain.
Object-based logical models
Object base logical model terbagi atas beberapa model, yaitu:
Terdapat beberapa model dalam kelompok ini :
Data adalah fakta mengenai objek, orang dan lain-lain yang dinyatakan dengan nilai (angka, deretan karakter, atau simbol). Sedangkan informasi adalah data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang
Pengertian Basis Data
Basis Data adalah Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan dalam satu kesatuan tanpa pengulangan (redudansi) yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.
Prinsip utama basis data adalah pengaturan data/arsip. Tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data/arsip.
Sejarah Basis Data
Sistem pemrosesan manual (berbasis kertas) merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk record yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika suatu berkas diperlukan, berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut.
Pada awal penerapan sistem komputer, sekelompok record disimpan pada sejumlah berkas secara terpisah. Sistem yang menggunakan pendekatan seperti ini biasa disebut dengan sistem pemrosesan berkas.
Sistem pemrosesan basis data mempunyai tujuan untuk menggantikan kelemahan dari sistem pemrosesan berkas, dalam hal:
- Kemubaziran data atau duplikasi data, yang diakibatkan oleh karena setiap program aplikasi menggunakan data tersendiri.
- Ketidakkonsistenan data, yang diakibatkan oleh adanya perubahan terhadap data yang sama, tetapi tidak semuanya diubah.
- Kekurangluwesan sistem pemrosesan berkas terletak pada hal pengembangan atau perubahan.
DBMS (Database Management System)
DBMS adalah software yang menangani semua akses ke basis data. Secara konsep apa yang terjadi adalah sebagai berikut:
- User melakukan pengaksesan basis data untuk informasi yang diperlukannya menggunakan suatu bahasa manipulasi data, biasanya disebut SQL.
- DBMS menerima request dari user & menganalisa request tersebut
- DBMS memeriksa skema eksternal user, pemetaan eksternal/konseptual, skema konseptual, pemetaan konseptual/internal, & struktur penyimpanan.
- DBMS mengeksekusi operasi-operasi yang diperlukan untuk memnuhi permintaan user.
Sebuah sistem basis data menyediakan dua tipe bahasa yaitu : tipe untuk menspesifikasikan skema basis data, disebut DDL (Data Definition Language), dan tipe untuk mengekspresikan query atau update basis data, disebut DML (Data Manipulation Language).
Data Definition Language
Skema basis data dispesifikasikan oleh sekumpulan definisi dengan sebuah bahasa khusus yang disebut data definition language (DDL). Hasil kompilasi DDL berupa tabel-tabel yang disimpan dalam sebuah file, disebut kamus data atau data directory. Kamus data adalah sebuah file yang berisi metadata. File ini yang dikonsultasi sebelum data yang sebenarnya dibaca atau dimodifikasi oleh sistem basis data.
Data Manipulation Language
DML dalah bahasa untuk memanipulasi data yaitu:
- Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data
- Penyisipan informasi baru ke basis data
- Penghapusan informasi dari basis data
- Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data
Database Administrator (DBA)
Administrator basis data (DBA) adalah orang yang bertanggungjawab terhadap strategi yang berhubungan dengan pengolahan data pada suatu perusahaan. Selain hal tersebut, DBA adalah orang yang bertanggung jawab terhadap implementasi strategi tersebut secara teknis.
Berikut dijelaskan beberapa fungsi DBA secara detail:
- mendefinisikan skema konseptual, yaitu memutuskan informasi apa saja yang akan dihasilkan oleh sutu basis data.
- mendefinisikan skema internal Selain menentukan skema konseptual dari basis data, DBA juga bertanggung jawab terhadap desain penyimpanan data secara fisik.
- mensosialisasikan hasil rancangan baik konseptual & internal ke user. Dalam hal ini tugas DBA adalah menyakinkan user bahwa data yang mereka perlukan semua telah tersedia & membantu user untuk mengimplementasikan rancangan tersebut dalam DDL.
- mendefinisikan aturan-aturan keamanan & integritas data
- mendefinisikan prosedur-prosedur back-up & recovery
- memonitor performansi sistem & menangani perubahan-perubahan yang ada.
Arsitektur sistem basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data.
LEVEL ARSITEKTUR BASIS DATA
Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :
- Internal/Physical Level: berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Internal level adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah skema internal.
- External /View Level: berhubungan dengan bagaimana data direpresentasikan dari sisi setiap user. View level adalah level user, yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau Database Administrator (DBA). (programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I), (end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data yang didefinisikan sebagai sebuah skema eksternal.)
- Conceptual/Logical Level: Yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data.
Conceptual/Internal Mapping yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level konseptual dan level internal. Pemetaan ini menjelaskan bagaimana record & field pada level konseptual direpresentasikan pada level internal.
External/Conceptual Mapping yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level eksternal dan level konseptual.
MODEL-MODEL DATA
Model data adalah sekumpulan tool konseptual untuk mendeskripsikan data, relasi-relasi antar data, semantik data & konsistensi konstrain.
Object-based logical models
Object base logical model terbagi atas beberapa model, yaitu:
- Entity-relationship model
- Object-oriented model
- Semantic data model
- Functional data model
- Entity-relationship Model E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek, disebut entity dan hubungan antar objek tersebut, disebut relationship. Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entity mempunyai atribut yang membedakannya dengan entity lainnya.
- Object-Oriented Model Model berorientasi objek berbasiskan kumpulan objek, dimana setiap objek berisi:
- Nilai yang disimpan dalam variabel instant, dimana variabel tersebut “melekat” dengan objek itu sendiri.
- Metode : operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan.
- Objek-objek yang memiliki tipe nilai & metode yang sama dikelompokkan dalam satu kelas. Kelas disini mirip dengan tipe data abstrak pada bahasa pemrograman.
- Sending a message : sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek yang lain hanya dengan memanggil metode dari objek tersebut.
Terdapat beberapa model dalam kelompok ini :
- Model Relasional ( Relational Model), Model relasional menggunakan kumpulan tabel-tabel untuk merepresentasikan data & relasi antar data tersebut.
- Model Jaringan (Network Model ), Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record, dan relasi antara data direpresentasikan oleh record & link.
- Model Hirarki (Hirarchical Model), Mirip dengan model jaringan. Data direpresentasikan dalam record dan link. Perbedaannya adalah, pada model hirarki record-record diorganisasikan sebagai tree (pohon) daripada graf. Model relasional berbeda dengan model jaringan & hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.
Cara Membuat Background di HTML
Cara Membuat Background di HTML-Sekarang saya ajarkan bagaimana cara membuat background di html
Background ini hanya sebagai latar belakang saja pada sebuah HTML,dan background ini juga bisa di letakan di sebuah tabel dan frame,untuk masalah tabel dan frame itu nanti saya akan jelaskan di web ini berikut tutorial Cara Membuat Background di HTML
<html>
<head><title>Cara Membuat Background di HTML</title> </head>
<body background="kaskus.jpg">
</body>
</html>
jadi yang biasanya kode <body> maka di rubah menjadi <body background="">
untuk kode kaskus.jpg itu nama sebuah gambar yang ingin di jadikan sebuah background
agar tidak ketinggalan gambar background tersebut harus 1 folder sama HTML yang kita buat tersebut,jika selesai maka simpan dengan nama index.html
Background ini hanya sebagai latar belakang saja pada sebuah HTML,dan background ini juga bisa di letakan di sebuah tabel dan frame,untuk masalah tabel dan frame itu nanti saya akan jelaskan di web ini berikut tutorial Cara Membuat Background di HTML
<html>
<head><title>Cara Membuat Background di HTML</title> </head>
<body background="kaskus.jpg">
</body>
</html>
jadi yang biasanya kode <body> maka di rubah menjadi <body background="">
untuk kode kaskus.jpg itu nama sebuah gambar yang ingin di jadikan sebuah background
agar tidak ketinggalan gambar background tersebut harus 1 folder sama HTML yang kita buat tersebut,jika selesai maka simpan dengan nama index.html
Peraturan Pernikahan Adat Batak
INFO SEPUTAR TATA PERNIKAHAN ADAT BATAK
Untuk membantu mengerti sedikit
mengenai tata cata pernikahan adat, dan atas ide dari salah satu clent
kami, maka dalam dokumentasi video, kami memberikan subtitle dalam
setiap event adat pesta batak yang kami liput.
Tujuannya untuk membantu para
client kami sedikit lebih mengerti mengenai pernikahan adat batak yang
mereka jalani, bukan cuma untuk membantu mengerti adat batak saja, kami
juga memberikan video yang artistik, touching, modern. ringkas, padat
dan menarik.
1. Mangarisika..
Adalah kunjungan utusan pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan. Jika pintu terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda mau (tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata). Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain, cincin emas, dan lain-lain.
Adalah kunjungan utusan pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan. Jika pintu terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda mau (tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata). Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain, cincin emas, dan lain-lain.
2. Marhori-hori Dinding/marhusip..
Pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar, terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum.
Pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar, terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum.
3. Marhata Sinamot..
Pihak kerabat pria (dalam jumlah yang terbatas) datang oada kerabat wanita untuk melakukan marhata sinamot, membicarakan masalah uang jujur (tuhor).
Pihak kerabat pria (dalam jumlah yang terbatas) datang oada kerabat wanita untuk melakukan marhata sinamot, membicarakan masalah uang jujur (tuhor).
4. Pudun Sauta..
Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat, yang terdiri dari :
Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat, yang terdiri dari :
- Kerabat marga ibu (hula-hula)
- Kerabat marga ayah (dongan tubu)
- Anggota marga menantu (boru)
- Pengetuai (orang-orang tua)/pariban
- Diakhir kegiatan Pudun Saut maka pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu Martumpol dan Pamasu-masuon.
5. Martumpol (baca : martuppol)
Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Tata cara Partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tindak lanjut Partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat, yang di HKBP disebut dengan Tingting (baca : tikting). Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon).
Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Tata cara Partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tindak lanjut Partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat, yang di HKBP disebut dengan Tingting (baca : tikting). Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon).
6. Martonggo Raja atau Maria Raja.
Adalah suatu kegiatan pra pesta/acara yang bersifat seremonial yang mutlak diselenggarakan oleh penyelenggara pesta/acara yang bertujuan untuk :
Mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis
Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan.
Memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan.
Adalah suatu kegiatan pra pesta/acara yang bersifat seremonial yang mutlak diselenggarakan oleh penyelenggara pesta/acara yang bertujuan untuk :
Mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis
Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan.
Memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan.
7. Manjalo Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan)
Pengesahan pernikahan kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja). Setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. Setelah selesai seluruh acara pamasu-masuon, kedua belah pihak yang turut serta dalam acara pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua/kerabat orang tua wanita untuk mengadakan pesta unjuk. Pesta unjuk oleh kerabat pria disebut Pesta Mangalap parumaen (baca : parmaen)
Pengesahan pernikahan kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja). Setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. Setelah selesai seluruh acara pamasu-masuon, kedua belah pihak yang turut serta dalam acara pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua/kerabat orang tua wanita untuk mengadakan pesta unjuk. Pesta unjuk oleh kerabat pria disebut Pesta Mangalap parumaen (baca : parmaen)
8. Pesta Unjuk (lihat detail)
Suatu acara perayaan yang bersifat sukacita atas pernikahan putra dan putri. Ciri pesta sukacita ialah berbagi jambar :
Suatu acara perayaan yang bersifat sukacita atas pernikahan putra dan putri. Ciri pesta sukacita ialah berbagi jambar :
- Jambar yang dibagi-bagikan untuk kerabat parboru adalah jambar juhut (daging) dan jambar uang (tuhor ni boru) dibagi menurut peraturan.
- Jambar yang dibagi-bagikan bagi kerabat paranak adalah dengke (baca : dekke) dan ulos yang dibagi menurut peraturan. Pesta Unjuk ini diakhiri dengan membawa pulang pengantin ke rumah paranak.
9. Mangihut di ampang (dialap jual)
Yaitu mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria yang dielu-elukan kerabat pria dengan mengiringi jual berisi makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria.
Yaitu mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria yang dielu-elukan kerabat pria dengan mengiringi jual berisi makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria.
10. Ditaruhon Jual.
Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria, maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya. Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru (upah mengantar), sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal.
Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria, maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya. Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru (upah mengantar), sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal.
11. Paranak makan bersama di tempat kediaman si Pria (Daulat ni si Panganon)
- Setibanya pengantin wanita beserta rombongan di rumah pengantin pria, maka diadakanlah acara makan bersama dengan seluruh undangan yang masih berkenan ikut ke rumah pengantin pria.
- Makanan yang dimakan adalah makanan yang dibawa oleh pihak parboru
12. Paulak Unea..
- Setelah satu, tiga, lima atau tujuh hari si wanita tinggal bersama dengan suaminya, maka paranak, minimum pengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik, terutama keadaan baik pengantin wanita pada masa gadisnya (acara ini lebih bersifat aspek hukum berkaitan dengan kesucian si wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan).
- Setelah selesai acara paulak une, paranak kembali ke kampung halamannya/rumahnya dan selanjutnya memulai hidup baru.
13. Manjahea.
Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu), maka ia akan dipajae, yaitu dipisah rumah (tempat tinggal) dan mata pencarian.
Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu), maka ia akan dipajae, yaitu dipisah rumah (tempat tinggal) dan mata pencarian.
14. Maningkir Tangga (baca : manikkir tangga)
Beberapa lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri sendiri (rumah dan mata pencariannya telah dipisah dari orang tua si laki-laki) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud maningkir tangga (yang dimaksud dengan tangga disini adalah rumah tangga pengantin baru). Dalam kunjungan ini parboru juga membawa makanan (nasi dan lauk pauk, dengke sitio tio dan dengke simundur-mundur)
Beberapa lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri sendiri (rumah dan mata pencariannya telah dipisah dari orang tua si laki-laki) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud maningkir tangga (yang dimaksud dengan tangga disini adalah rumah tangga pengantin baru). Dalam kunjungan ini parboru juga membawa makanan (nasi dan lauk pauk, dengke sitio tio dan dengke simundur-mundur)
Disadur dari http://rapolo.wordpress.com/2007/12/19/tata-cara-dan-urutan-pernikahan-adat-na-gok/
- MARSIBUHA BUHAI
Pagi hari sebelum dimulai pemberkatan/catatan sipil/pesta adat, acara dimulai dengan penjemputan mempelai wanita di rumah disertai dengan makan pagi bersama dan berdoa untuk kelangsungan pesta pernikahan,
biasanya disini ada penyerahan bunga oleh mempelai pria dan pemasangan bunga oleh mempelai wanita dilanjutkan dengan penyerahan Tudu-tudu Ni Sipanganon dan Menyerahkan dengke lalu makan bersama, selanjutmya berangkat menuju gereja untuk pemberkatan.
Pagi hari sebelum dimulai pemberkatan/catatan sipil/pesta adat, acara dimulai dengan penjemputan mempelai wanita di rumah disertai dengan makan pagi bersama dan berdoa untuk kelangsungan pesta pernikahan,
biasanya disini ada penyerahan bunga oleh mempelai pria dan pemasangan bunga oleh mempelai wanita dilanjutkan dengan penyerahan Tudu-tudu Ni Sipanganon dan Menyerahkan dengke lalu makan bersama, selanjutmya berangkat menuju gereja untuk pemberkatan.
BEBERAPA Pengertian POKOK DALAM ADAT PERKAWINAN
- Suhut , kedua pihak yang punya hajatan
- Parboru, orang tua pengenten perempuan=Bona ni haushuton
- Paranak, orang tua pengenten Pria= Suhut Bolon.
- Suhut Bolahan amak : Suhut yang menjadi tuan rumah dimana acara adat di selenggrakan.
- Suhut naniambangan, suhut yang datang
- Hula-hula, saudara laki-laki dari isteri masing-masing suhut
- Dongan Tubu, semua saudara laki masing-masing suhut ( Tobing dan Batubara).
- Boru, semua yang isterinya semarga dengan marga kedua suhut ( boru Tobing dan boru Batubara).
- Dongan sahuta, arti harafiah “teman sekampung” semua yang tinggal dalam huta/kampung komunitas (daerah tertentu) yang sama paradaton/solupnya.
- Ale-ale, sahabat yang diundang bukan berdasarkan garis persaudaraan (kekerabatan atau silsilah) .
- Uduran, rombongan masing-masing suhut, maupun rombongan masing-masing hula-hulanya.
- Raja Parhata (RP), Protokol (PR) atau Juru Bicara (JB) masing-masing suhut, juru bicara yang ditetapkan masing-masng pihak
- Namargoar, Tanda Makanan Adat , bagian-bagian tubuh hewan yang dipotong yang menandakan makanan adat itu adalah dari satu hewan (lembu/kerbau) yang utuh, yang nantinya dibagikan.
- Jambar, namargoar yang dibagikan kepada yang berhak, sebagai legitimasi dan fungsi keberadaannya dalan acara adat itu.
- Dalihan Na Tolu (DNT), terjemahan harafiah”Tungku Nan Tiga” satu sistim kekerabatan dan way of life masyarakat Adat Batak
- Solup, takaran beras dari bambu yang dipakai sebagai analogi paradaton, yang bermakna dihuta imana acara adat batak diadakan solup/paradaton dari huta itulah yang dipakai sebagai rujukan, atau disebut dengan hukum tradisi “sidapot solup do na ro
PROSESI MASUK TEMPAT ACARA ADAT
(Contoh Acara di Tempat Perempuan)
(Contoh Acara di Tempat Perempuan)
- Raja Parhata/Protokol Pihak Perempuan= PRW
- Raja Parhata/Protokol Pihak Laki-laki = PRP
- Suhut Pihak Wanita = SW
- Suhut Pihak Pria = SP
- PRW meminta semua dongan tubu/semaraganya bersiap untuk menyambut dan menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang
- PRW memberi tahu kepada Hula-hula, bahwa SP sudah siap menyambut dan menerima kedatangan Hula-hula
- Setelah hula-hula mengatakan mereka sudah siap untuk masuk, PRW mempersilakan masuk dengan menyebut satu persatu, hula-hula dan tulangnya secara berurutan sesuai urutan rombongan masuk nanti: dimulai dar Hula-hula Simorangkir
-
1. Hula-hula, ……
2. Tulang, …….
3. Bona Tulang, …..
4. Tulang Rorobot, …..
5. Bonaniari, ……
6. Hula-hula namarhahamaranggi:
- a …
- b….
- c….
- dst
7.Hula-hula anak manjae, … dengan permintaan agara mereka bersam-sama masuk dan menyerahkan pengaturan selanjutnya kepada hula-hula Simorangkir -
PR Hulahula, menyampaikan kepada rombongan hula-hula dan tulang yang sudah disebutkan PRW pada III , bahwa SW sudah siap menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang dengan permintaan agar uduran Hula-hula dan Tulang memasuki tempat acara , secara bersama-sama.
Untuk itu diatur urut-urutan uduran (rombongan) hula-hula dan tulang yang akan memasuki ruangan. Uduran yang pertama adalah Hula-hula,……, diikuti TULANG …….sesuai urut-urutan yang disebut kan PRW pada (3). -
MENERIMA KEDATANGAN SUHUT PARANAK (SP).
Setelah seluruh rombongan hula-hula dan tulang dari SW duduk (acara 4), rombongan Paranak/SP dipersilakan memasuki ruangan.
PRW, memberitahu bahwa tempat untuk SP dan uduran/rombongannya sudah disediakan dan SW sudah siap menerima kedatangan mereka beserta Hula-hula , Tulang SP dan uduran/rombongannya
-
PRP menyampaikan kepada dongan tubu Batubara, bahwa sudah ada permintaan dari Tobing agar mereka memasuki ruangan.
Kepada hula-hula dan tulang (disebutkan satu perasatu) yaitu:
1. Hula-hula, ….
2. Tulang, …..
3. Bona Tulang, ….
4. Tulang Rorobot, …..
5. Bonaniari , …..
6. Hula-hula namarhaha-marnggi:
- a…….
- b …….
- c…….
- dst
7. Hula-hula anak manjae…..
PRP memohon, sesuai permintaan hula-hula SW agar mereka masuk bersama-sama dengan SP. Untuk itu tatacara dan urutan memasuki ruangan diatur, pertama adalah Uduran/rombongan SP& Borunya, disusul Hula-hula….., Tulang…..dan seterusnya sesuai urut-urutan yang telah dibacakan PR Batubara (Dibacakan sekali lagi kalau sudah mulai masuk).
MENYERAHKAN TANDA MAKANAN ADAT.
(Tudu-tudu Ni Sipanganon)
(Tudu-tudu Ni Sipanganon)
Tanda makanan adat yang pokok
adalah: kepala utuh, leher (tanggalan), rusuk melingkar (somba-somba) ,
pangkal paha (soit), punggung dengan ekor (upasira), hati dan jantung
ditempatkan dalam baskom/ember besar.
Tanda makanan adat diserahkan SP
beserta Isteri didampingi saudara yang lain dipandu PRP, diserahkan
kepada SW dengan bahasa adat, yang intinya menunjukkan kerendahan hati
dengan mengatakan walaupun makanan yang dibawa itu sedikit/ala
kadarnya semoga ia tetap membawa manfaat dan berkat jasmani dan rohani
hula-hula SW dan semua yang menyantap nya, sambil menyebut bahasa adat
: Sitiktikma si gompa, golang golang pangarahutna, tung so sadia
(otik) pe naung pinatupa i, sai godangma pinasuna.
MENYERAHKAN DENGKE/IKAN OLEH SW
Aslinya ikan yang diberikan
adalah jenis “ihan” atau ikan Batak, sejenis ikan yang hanya hidup di
Danau Toba dan sungai Asahan bagian hulu dan rasanya memang manis dan
khas. Ikan ini mempunyai sifat hidup di air yang jernih (tio) dan kalau
berenang/berjalan selalu beriringan (mudur-udur) , karena itu disebut ;
dengke sitio-tio, dengke si mudur-udur (ikan yang hidup jernih dan
selalu beriringan/berjalan beriringan bersama)
Simbol inilah yang menjadi harapan kepada penganeten dan keluarganya yaitu seia sekata beriringan dan murah rejeki (tio pancarian dohot pangomoan).
Simbol inilah yang menjadi harapan kepada penganeten dan keluarganya yaitu seia sekata beriringan dan murah rejeki (tio pancarian dohot pangomoan).
Tetapi sekarang ihan sudah sangat
sulit didapat, dan jenis ikan mas sudah biasa digunakan. Ikan Masa
ini dimasak khasa Batak yang disebut “naniarsik” ikan yang dimasak
(direbus) dengan bumbu tertentu sampai airnya berkurang pada kadar
tertentu dan bumbunya sudah meresap kedalam daging ikan itu.
MAKAN BERSAMA
Sebelum bersantap makan, terlebih
dahulu berdoa dari suhut Pria (SP) , karena pada dasarnya SP yang
membawa makanan itu walaupun acara adatnya di tempat SW.
Untuk kata pengantar makan, PRP menyampaikan satu uppasa (ungkapan adat) dalam bahasa Batak seperti waktu menyerahakan tanda makanan adat:
Sitiktikma si gompa, golang golang pangarahutna
Tung, sosadiape napinatupa on, sai godangma pinasuna.
Ungkapan ini menggambarkan kerendahan hati yang memebawa makanan (Batubara), dengan mengatakan walaupun makanan yang dihidangkan tidak seberapa (pada hal hewan yang diptong yang menjadi santapan adalah hewan lembu atau kerbau yang utuh), tetapi mengharapkan agar semua dapat menikmatinya serta membawa berkat.
Untuk kata pengantar makan, PRP menyampaikan satu uppasa (ungkapan adat) dalam bahasa Batak seperti waktu menyerahakan tanda makanan adat:
Sitiktikma si gompa, golang golang pangarahutna
Tung, sosadiape napinatupa on, sai godangma pinasuna.
Ungkapan ini menggambarkan kerendahan hati yang memebawa makanan (Batubara), dengan mengatakan walaupun makanan yang dihidangkan tidak seberapa (pada hal hewan yang diptong yang menjadi santapan adalah hewan lembu atau kerbau yang utuh), tetapi mengharapkan agar semua dapat menikmatinya serta membawa berkat.
Kemudian PRP mempersilakan bersantap
MEMBAGI JAMBAR/TANDA MAKANAN ADAT
Biasanya sebelum jambar dibagi, terlebih dahulu dirundingkan bagian-bagian mana yang diberikan SW kepada SP. Tetapi, yang dianut dalam acara adat yaitu Solup Batam, yang disebut dengan “JAMBAR MANGIHUT”dimana jambar sudah dibicarakan sebelumnya dan dalam acara adatnya (unjuk) SW tinggal memberikan bagian jambar untuk SP sebagai ulu ni dengke mulak. Selanjutnya masing masing suhut membagikannya kepada masing-masing fungsi dari pihaknya masing-masing saat makan sampai selesai dibagikan
Biasanya sebelum jambar dibagi, terlebih dahulu dirundingkan bagian-bagian mana yang diberikan SW kepada SP. Tetapi, yang dianut dalam acara adat yaitu Solup Batam, yang disebut dengan “JAMBAR MANGIHUT”dimana jambar sudah dibicarakan sebelumnya dan dalam acara adatnya (unjuk) SW tinggal memberikan bagian jambar untuk SP sebagai ulu ni dengke mulak. Selanjutnya masing masing suhut membagikannya kepada masing-masing fungsi dari pihaknya masing-masing saat makan sampai selesai dibagikan
MANAJALO TUMPAK (SUMBANGAN TANDA KASIH)
Arti harafiah tumpak adalah
sumbangan bentuk uang, tetapi melihat keberadaan masing-masing dalam
acara adat mungkin istilah yang lebih tepat adalah tanda kasih. Yang
memberikan tumpak adalah undangan SUHUT PRIA, yang diantarkan ketempat
SUHUT duduk dengan memasukkannya dalam baskom yang disediakan/
ditempatkan dihadapan SUHUT, sambil menyalami pengenten dan SUHUT.
Setelah selesai santap makan, PRP meminta ijin kepada PRW agar mereke diberi waktu untuk menerima para undangan mereka untuk mengantarkan tumpak (tanda kasih)
Setelah selesai santap makan, PRP meminta ijin kepada PRW agar mereke diberi waktu untuk menerima para undangan mereka untuk mengantarkan tumpak (tanda kasih)
Setelah PRW mempersilakan, PRP
menyampai kan kepada dongan tubu, boru/bere dan undangannya bahwa SP
sudah siap menerima kedatangan mereka untuk mengantar tumpak.
etelah selesai PRP mengucapkan terima kasih atas pemberian tanda kasih dari para undangannya
ACARA PERCAKAPAN ADAT
MEMPERSIAPKAN PERCAKAPAN
- RPW menanyakan Batubara apakah sudah siap memulai percakapan, yang dijawab oleh SP, mereka sudah siap
- Masing-masing PRW dan PRP menyampaikan kepada pihaknya dan hula-hula serta tulangnya bahwa percakapan adat akan dimulai, dan memohon kepada hula-hulanya agar berkenan memberi nasehat kepada mereka dalam percakapan adat nanti
MEMULAI PERCAKAPAN (PINGGAN PANUNGKUNAN) .
Pinggan Panungkunan, adalah piring yang
didalamnya ada beras, sirih, sepotong daging (tanggo-tanggo) dan uang 4
lembar. Piring dengan isinya ini adalah sarana dan simbol untuk memulai
percakapan adat.
- PRP meminta seorang borunya mengantar Pinggan Panungkunan itu kepada PRW
- PRW, menyampaikan telah menerima Pinggan Panungkunan dengan menjelaskan apa arti semua isi yang ada dalam beras itu. Kemudian PRW mengambil 3 lembar uang itu, dan kemudian meminta salah seorang borunya untuk mengantar piring itu kembali kepada PRP
- PRW membuka percakapan dengan memulainya dengan penjelasan makna dari tiap isi pinggan panungkunan (beras, sirih, daging dan uang), kemudian menanyakan kepada Batubara makna tanda dan makanan adat yang sudah dibawa dan dihidangkan oleh pihak Batubara.
- Akhir dari pembukaan percakapan ini, keluarga Batubara mengatakan bahwa makanan dan minuman pertanda pengucapan syukur karena berada dalam keadaan sehat, dan tujuan Batubara adalah menyerahkan kekurangan sinamot , dilanjutkan adat yang terkait dengan pernikahan anak mereka
PENYERAHAN PANGGOHI/KEKURANGAN SINAMOT
- Dalam percakapan selanjutnya, setelah PRW meminta PRP menguraikan apa/berapa yang mau mereka serahkan , PRP memberi tahukan kekurangan sinamot yang akan mereka serahkan adalah sebsar Rp…Juta, menggenapi seluruh sinamot Rp….Juta. (Pada waktu acara Pudun Saut, Batubara sudah menyerahkan Rp 15 juta sebagai bohi sinamot (mendahulukan sebagian penyerahan sinamot di acara adat na gok).
- Sebelum PR TOBING mengiakan lebih dulu RP TOBING meminta nasehat dari Hula-hula dan pendapat dari boru Tobing
- Sesudah diiakan oleh PR TOBING, selanjutnya penyerahan kekurangan sinamot kepada suhut Tobing oleh Batubara.
PENYERAHAN PANANDAION.
Tujuan acara ini memperkenalkan
keluarga pihak perempuan agar keluarga pihak pria mengenal siapa saja
kerabat pihak perempuan sambil memberikan uang kepada yang bersangkutan
Secara simbolis, yang diberikan
langsung hanya kepada 4 orang saja, yang disebut dengan patodoan atau
“suhi ampang na opat” ( 4 kaki dudukan/pemikul bakul) yang
merupakan symbol pilar jadinya acara adat itu. Dengan demikian biarpun
hanya yang empat itu yang dikenal/menerima langsung, sudah mewakili
menerima semuanya. (Mungkin dapat dianalogikan dengan pemberian tanda
penghargaan massal kepada pegawai PNS yang diwakili 4 orang,
masing-masing 1 orang dari tiap golngan I sampai golongan IV)
Kepada yang lain diberikan dalam satu envelope saja yang nanti akan dibagikan Tobing kepada yang bersangkutan.
PENYERAHAN TINTIN MARANGKUP
Diberikan kepada tulang /paman
penganten pria (saudara laki ibu penganten pria). Yang menyerahkan
adalah orang tua penganten perempuan berupa uang dari bagian sinamot itu
Secara tradisi penganten pria mengambil boru tulangnya untuk isterinya, sehingga yang menerima sinamot seharusnya tulangnya
Secara tradisi penganten pria mengambil boru tulangnya untuk isterinya, sehingga yang menerima sinamot seharusnya tulangnya
Dengan diterimanya sebagian
sinamot itu oleh Tulang Pengenten Pria yang disebut titin marangkup,
maka Tulang Pria mengaku penganten wanita, isteri ponakannya ini, sudah
dianggapnya sebagai boru/putrinya sendiri walaupun itu boru dari marga
lain.
PEMBERIAN ULOS oleh Pihak Perempuan.
Dalam Adat Batak tradisi lama
atau religi lama, ulos merupakan sarana penting bagi hula-hula, untuk
menyatakan atau menyalurkan sahala atau berkatnya kepada borunya,
disamping ikan, beras dan kata-kata berkat. Pada waktu pembuatannya
ulos dianggap sudah mempunyai “kuasa”. Karena itu, pemberian ulos,
baik yang memberi maupun yang menerimanya tidak sembarang orang , harus
mempunyai alur tertentu, antara lain adalah dari Hula-hula kepada
borunya, orang tua kepada anank-anaknya. Dengan pemahaman iman yang
dianut sekarang, ulos tidak mempunyai nilai magis lagi sehingga ia
sebagai simbol dalam pelaksaan acara adat.
Ujung dari ulos selalu banyak
rambunya sehingga disebut “ulos siganjang/sigodang rambu”(Rambu, benang
di ujung ulos yang dibiarkan terurai)
Pemberian Ulos sesuai maknanya adalah sebagai berikut:
Ulos Namarhadohoan
No Uraian Yang Menerima Keterangan
A Kepada Paranak
1. Pasamot/Pansamot Orang tua pengenten pria
2. Hela Pengenten
No Uraian Yang Menerima Keterangan
A Kepada Paranak
1. Pasamot/Pansamot Orang tua pengenten pria
2. Hela Pengenten
B Partodoan/Suhi Ampang Naopat
1. Pamarai Kakak/Adek dari ayah pengenten pria
2. Simanggokkon Kakak/Adek dari pengenten pria
3. Namborunya Saudra perempuan dari ayah pengenten pria
4. Sihunti Ampang Kakak/Adek perempuan dari pengenten pria
1. Pamarai Kakak/Adek dari ayah pengenten pria
2. Simanggokkon Kakak/Adek dari pengenten pria
3. Namborunya Saudra perempuan dari ayah pengenten pria
4. Sihunti Ampang Kakak/Adek perempuan dari pengenten pria
Ulos Kepada Pengenten
No Uraian Yang Mangulosi
A Dari Parboru/Partodoan
1. Pamarai 1 lembar, wajib Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita
2. Simandokkon Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita
3. Namborunya (Parorot) Iboto dari ayah pengenten wanita
4. Pariban Kakak/Adek dari pengenten wanita
B Hula-hula dan Tulang Parboru
1. Hula-hula 1 lembar, wajib
2. Tulang 1 lembar, wajib
3. Bona Tulang 1 lembar, wajib
4. Tulang Rorobot 1 lembar, tidak wajib
C Hula-hula dan Tulang Paranak
1. Hula-hula 1 lembar, wajib
2. Tulang 1 lembar, wajib
3. Bona Tulang 1 lembar, wajib
4. Tulang Rorobot 1 lembar, tidak wajib
No Uraian Yang Mangulosi
A Dari Parboru/Partodoan
1. Pamarai 1 lembar, wajib Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita
2. Simandokkon Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita
3. Namborunya (Parorot) Iboto dari ayah pengenten wanita
4. Pariban Kakak/Adek dari pengenten wanita
B Hula-hula dan Tulang Parboru
1. Hula-hula 1 lembar, wajib
2. Tulang 1 lembar, wajib
3. Bona Tulang 1 lembar, wajib
4. Tulang Rorobot 1 lembar, tidak wajib
C Hula-hula dan Tulang Paranak
1. Hula-hula 1 lembar, wajib
2. Tulang 1 lembar, wajib
3. Bona Tulang 1 lembar, wajib
4. Tulang Rorobot 1 lembar, tidak wajib
MANGUNJUNGI ULAON (Menyimpulkan Acara Adat)
- Manggabei (kata-kata doa dan restu) dari pihak SW
Berupa kata-kata pengucapan syukur kepada Tuhan bahwa acara adat sudah terselenggara dengan baik:
a. Ucapan terima kasih kepada dongan tubu dan hula-hulanya
b. Permintaan kepada Tuhan agar rumah tangga yang baru diberkati demikian juga orang tua pengenten dan saudara Batubara yang lainnya
- Mangampu (ucapan terima kasih) dari pihak SP
Ucapan terima kasih kepada semua pihak baik kepada hula-hula SW maupun kepada SP atas terselenggaranya acara adat nagok ini.
- Mangolopkon (Mengamenkan) oleh Tua-tua/yang dituakan di Kampung itu
Kedua suhut Tobing dan Batubara, menyediakan piring yang diisi beras dan uang ( biasanya ratusan lembar pecahan Rp1.000 yang baru) kemudian diserahkan kepada Rja Huta yang mau mangolopkon Raja Huta berdiri sambil mengangkat piring yang berisi beras dan uang olop-olop itu. Dengan terlebih dahulu menyampaikan kata-kata ucapan Puji Syukur kepada Tuhan Karen kasih-Nya cara adat rampung dalam suasan dami (sonang so haribo-riboan) serta restu dan harapan kemudian diahiri , dengan mengucapkan : olop olop, olop olop, olop olop sambil menabur kan beras keatas dan kemudian membagikan uang olop-olop itu.
- itutup dengan doa / ucapan syukur
Akhirnya acara adat ditutup dengan doa oleh Hamba Tuhan.Sesudah amin, sam-sam mengucapkan: horas ! horas ! horas !
- Bersalaman untuk pulang,, suhut na niambangan Batubara menyalami Suhut Tobing
CATATAN:
Sekarang ini ada yang melaksanakan
acara paulak une dan maningkir tangga langsung setelah acara adat
ditempat acara adat dilakukan, yang mereka namakan “Ulaon Sadari”
Langganan:
Postingan (Atom)







